WELCOME TO INDODIECASTFAN

Thank You

Cara Cepat Membaca Saham Gorengan

Jumlah saham gorengan di Indonesia sangat banyak. Selain itu, menilai apakah suatu saham masuk dalam daftar saham gorengan atau tidak, juga membutuhkan penilaian subjektif dari setiap orang.
Jadi tentu saja kita tidak bisa menyebutkan semua saham gorengan satu per satu. Daftarnya bisa jadi sangat panjaaang. Di beberapa pos berikut yang bisa anda pelajari disini: Daftar dan Contoh Saham Gorengan, Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 

Saya seringkali mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan: ‘‘Bung Heze, gimana caranya kita bisa mengetahui secara cepat apakah suatu saham masuk saham gorengan atau bukan?” 

Kalau anda bertanya cara melihat saham gorengan SECARA CEPAT, di pos ini saya akan memberikana beberapa tips agar anda bisa mengetahui apakah suatu saham masuk saham gorengan atau tidak. 

1. Lihat saham-saham top stocks

Untuk melihat saham2 gorengan, anda bisa melihat daftar saham yang masuk dalam top stock, yaitu saham2 yang masuk di top gainer dan top loser (pada software online trading anda). 

Atau anda bisa sort / urutkan saham2 berdasarkan kenaikan yang paling tinggi sampai penurunan paling rendah berdasarkan percentage % change-nya. Berikut salah satu contoh tampilan saham-saham yang masuk alam top gainer: 

Daftar saham gorengan
Saham2 yang masuk dalam top gainer, adalah saham2 yang bisa naik puluhan persen dalam waktu singkat (termasuk waran). Anda bisa lihat saham2 diatas seperti YPAS yang naik 35,76% atau saham ITIC yang naik 24,76%. 

Saham2 yang mudah naik dalam puluhan persen dalam sehari adalah ciri-ciri saham gorengan. Demikian juga dengan saham2 yang turun puluhan persen sehari. Hal ini karena saham gorengan memiliki likuiditas yang sangat rendah, sehingga sahamnya sangat mudah dinaik-turunkan oleh bandar dalam waktu singkat. 

2. Lihat saham2 yang selama jam trading harganya 0 atau Rp50

Jika anda sort harga saham berdasarkan tinggi rendahnya harga saham saat itu, maka anda akan melihat banyak sekali saham yang saat jam trading harganya Rp50 atau bahkan 0. Saham-saham yang harganya 0 (nol) adalah saham yang tidak ditradingkan di hari itu. 

Saham2 yang diperdangkan di sekitar harga Rp50 dan saham2 yang tidak ditradingkan, adalah saham-saham yang tidak likuid, dan suatu saat ketika saham2 tersebut ditradingkan, umumnya bid-offer dan naik-turunnya juga tidak stabil. Ini adalah ciri-ciri saham gorengan. 


Diatas adalah contoh-contoh saham yang tidak diperdagangkan, sehingga last price-nya Rp0. 

Jadi kalau anda menemukan saham tidur (tidak ditradingkan), atau saham2 yang harganya mendekati gocap, maka saham2 tersebut boleh dikatakan saham gorengan. 


“Tapi Pak Heze, selain saham-saham tersebut, pasti masih ada lagi kan yang masuk dalam daftar saham gorengan?” Tanya anda.  

Yap, dua cara diatas tadi adalah CARA CEPAT membaca saham gorengan. Tapi dengan dua cara itu, anda sudah bisa mendapatkan ratusan daftar saham gorengan di Indonesia, karena di Bursa Efek ada ratusan saham yang harganya Rp0, Rp50 atau yang naik-turun puluhan persen dalam waktu singkat. 

Kalau anda ingin mencoba “cara yang lebih lama”, dalam arti analisis saham gorengan yang lebih spesifik, anda harus lebih dalam menganalisa beberapa poin. Dan kita sudah membahasnya disini: Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 

Trading Harian saat Saham Bearish

Trading harian saham bagi saya merupakan salah satu strategi trading yang cukup fleksibel untuk dilakukan. Trading harian bisa dilakukan pada banyak situasi dan kondisi market. 

Hal ini karena trading harian adalah strategi buy-sell di hari yang sama (jangka waktunya sangat singkat), sehingga trading harian dapat diterapkan dalam kondisi market yang bullish, sideways, maupun bearish. 

Dalam kondisi-kondisi tersebut, tetap saja ada saham-saham yang naik, dan berpotensi memberikan profit dalam jangka pendek. 

Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik dan strategi memilih saham-saham yang layak ditradingkan harian. Anda bisa dapatkan disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). Jadi anda akan mempraktikkan secara langsung trading harian dan tidak hanya teori. Anda akan mempelajari: 

– Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus
– Saham-saham yang pergerakannya mudah dianalisa untuk trading harian
– Saham-saham yang mudah naik cepat untuk jangka waktu harian
– Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-dua hari trading 


Banyak trader saham yang bertanya: “Pak Heze, strategi trading apa yang harus kita lakukan kalau pasar saham sedang bearish?” (Mayoritas saham masih turun terus).

Yap, satu-satunya strategi trading yang efektif saat IHSG bearish adalah trading harian. Tetapi bukan berarti saat IHSG masih turun anda langsung beli saham. 

Di dalam penurunan IHSG yang tajam, pasti ada saat di mana IHSG mengalami rebound kencang selama 1-2 hari misalnya. Contohnya perhatikan chart berikut: 

IHSG turun

Saat IHSG jatuh, pasti ada 1-2 hari IHSG rebound dengan kencang. Biasanya hal ini ditandai dengan naiknya IHSG di awal sesi, atau mulai menurunnya tekanan jual setelah banyak saham turun di jam tertentu. Misalnya di sesi 1, IHSG turun 4%, lalu penurunannya mulai reda jadi 3,5% dan seterusnya. Itu adalah beberapa pertanda IHSG akan rebound. 

Pada saat IHSG rebound, disitulah anda bisa memanfaatkan untuk trading harian di saham-saham bagus yang mudah naik, atau biasa saya sebut dengan strategi ‘hit and run’. 

Strategi trading harian saat IHSG bearish lebih efektif diterapkan karena saat saham-saham masih turun, rebound IHSG hanya terjadi sebentar, setelah itu saham-saham akan cenderung turun lagi, sehingga kalau anda menerapkan buy and hold, kemungkinan besar saham anda yang seharusnya sudah untung harian, jadinya malah nyangkut. 

Jadi, saat saham-saham sedang turun, gunakan strategi trading harian. Namun, analisalah momentum trading yang tepat. Tunggu saham rebound, beli dalam jumlah sedikit dan jual cepat saat profit. Jangan membeli saham saat belum ada pertanda rebound. 

IHSG yang rebound di tengah turunnya tren market ini, bisa anda manfaatkan untuk trading harian. Berikut salah satu contoh transaksi trading harian penulis saat IHSG rebound di tengah turunnya tren saham (saat wabah Corona), di mana saya membeli BBRI under 2.900: 


Trading saham BBRI
Pilihlah saham-saham yang potensial untuk menghasilkan profit jangka pendek, dan jangan lupa untuk selalu menganalisa teknikal, market serta analisa tape reading. Saat market turun, usahakan trading harian dengan jumlah lot yang sedikit, karena bagaimanapun juga, market yang turun cenderung lebih berisiko. 

CATATAN: Apa yang saya paparkan di pos ini, bukan bermaksud untuk mengharuskan anda trading harian saat IHSG / saham sedang bearish. Setiap trader pasti juga memiliki tipikal trading yang berbeda. 

Ada trader yang cocok dengan trading harian. Ada trader yang lebih cocok menyimpan saham agak lama. Ada trader yang cocok dengan swing trading. 

Kalau anda bukan tipikal trader harian, tidak perlu memaksakan untuk trading harian. Strategi ini dapat diterapkan khusus untuk anda yang terbiasa trading cepat, atau sedang belajar / menerapkan intraday trading dalam aktivitas trading anda. 

Kriteria Saham yang Bagus untuk Dibeli

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak pilihan saham yang bisa anda beli. Namun, dengan modal yang terbatas, anda harus bisa memilih beberapa saham yang bagus untuk dibeli. 

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan trader: “Pak Heze, seperti apa kriteria saham yang bagus untuk dibeli? Karena seringkali saham yang saya beli harganya selalu turun terus”.

Dalam dunia saham, pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan dalam konteks yang terlalu luas. Kriteria saham yang bagus sebenarnya cukup objektif. Setiap dari anda pasti memiliki kriteria, standar, tipe trading yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga bisa saja kriteria saham bagus anda dengan trader lainnya berbeda. 

Tetapi ada beberapa analisis dan pertimbangan yang perlu anda lakukan agar anda bisa mengetahui kriteria saham-saham apa saja yang punya potensi menghasilkan profit. Untuk mencari saham yang bagus untuk dibeli, pertimbangkan beberapa hal berikut: 

1. Saham yang bagus secara teknikal 

Saham yang bagus secara teknikal adalah saham-saham yang layak dan bagus untuk dibeli, khususnya untuk trading saham. Ada banyak pola analisis teknikal yang menggambarkan kecenderungan suatu saham. Pelajari juga: Buku Saham Full Praktik Analisis Teknikal. 

Analisis teknikal yang terbentuk pada grafik saham, dapat menggambarkan kecenderungan / psikologis market saat itu. Ada banyak pola analisa teknikal yang mencerminkan potensi naiknya saham seperti support-resisten psikologis,  kombinasi candlestick-indikator, chart pattern. 

Selain itu, anda juga bisa pertimbangkan untuk memilih saham-saham yang diskon / murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon yang berpotensi naik, bisa anda pelajari strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

2. Saham yang likuid

Saham likuid merupakan saham yang lebih bagus dan risikonya kecil, karena saham likuid pergerakan harganya lebih stabil, lebih banyak ditradingkan (sehingga naik turunnya lebih jelas, pola2 teknikalnya juga mudah dianalisa), dan psikologis trader akan lebih tenang jika membeli saham2 likuid. 

Saham likuid contohnya seperti saham2 LQ45, yaitu saham2 yang bid-offernya tebal, banyak ditradingkan, grafik harga sahamnya membentuk pola2 yang jelas. 

Sebaliknya, saham yang tidak likuid, adalah saham2 yang berisiko untuk dibeli. Walaupun saham tersebut punya peluang naik puluhan persen sehari, namun risiko untuk jatuh puluhan persen sehari juga cukup besar. 

Saham2 tidak likuid memiliki pola pergerakan harga yang tidak beraturan, dan peminatnya sedikit. Untuk lebih jelasnya, anda bisa pelajari pos saya disini: Cara Membedakan Saham Likuid dan Saham Tidak Likuid.  

Jadi di dalam memilih saham bagus, konsepnya jangan terbalik. Banyak trader yang membeli saham tidak likuid karena beranggapan saham yang menguntungkan adalah saham yang bisa naik cepat. 

Anggapan seperti ini kurang tepat. Kalau anda benar2 ingin mencari saham yang bagus untuk ditradingkan, bahkan disimpan dalam waktu tertentu, pilihlah saham2 yang likuid. 

3. Saham yang perusahaannya bagus secara fundamental 

Saham yang bagus untuk dibeli adalah saham yang perusahaannya yang punya kinerja bagus dan mapan. Artinya, peran analisis fundamental sangat penting untuk mencari saham-saham yang layak dibeli. 

Anda bisa pelajari analisis fundamental untuk mencari saham bagus, untuk disimpan jangka panjang disini: Analisis Fundamental Saham Pemula – Expert. 

Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sehat, valuasi saham wajar, membagikan dividen rutin, unggul di sektor industri adalah kriteria saham yang bagus untuk dibeli. Perusahaan2 di Bursa Efek yang mempunyai kinerja bagus dan unggul di sektor industri antara lain BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ICBP dan lain2. 

Jadi kalau anda punya tujuan investasi saham, pilihlah saham-saham bagus berdasarkan analisis fundamental. 

4. Kondisi pasar saham saat itu 

Saham yang bagus (terutama untuk trading jangka pendek), juga harus mempertimbangkan kondisi market saat itu. Pasar saham yang sedang bearish, membuat banyak saham yang harganya turun terus, demikian juga sebaliknya. 

Jadi menentukan saham mana yang ingin anda beli, anda juga harus mempertimbangkan kondisi market. Kalau market sedang jelek, sangat mungkin saham-saham yang likuid harganya masih turun terus. 

Sebagai trader / investor saham, anda juga harus memperhatikan momentum trading, melakukan manajemen modal yang benar, karena saham-saham yang bagus untuk dibeli seringkali tercipta dari kombinasi analisa dan momentum trading yang tepat. Pelajari juga: Strategi Trading Saat Pasar Saham Strong Bearish. 

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di pos ini. Melalui tulisan ini, harapannya anda sudah memiliki acuan / pedoman untuk menyeleksi secara mandiri saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Kriteria Saham yang Bagus untuk Dibeli

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak pilihan saham yang bisa anda beli. Namun, dengan modal yang terbatas, anda harus bisa memilih beberapa saham yang bagus untuk dibeli. 

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan trader: “Pak Heze, seperti apa kriteria saham yang bagus untuk dibeli? Karena seringkali saham yang saya beli harganya selalu turun terus”.

Dalam dunia saham, pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan dalam konteks yang terlalu luas. Kriteria saham yang bagus sebenarnya cukup objektif. Setiap dari anda pasti memiliki kriteria, standar, tipe trading yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga bisa saja kriteria saham bagus anda dengan trader lainnya berbeda. 

Tetapi ada beberapa analisis dan pertimbangan yang perlu anda lakukan agar anda bisa mengetahui kriteria saham-saham apa saja yang punya potensi menghasilkan profit. Untuk mencari saham yang bagus untuk dibeli, pertimbangkan beberapa hal berikut: 

1. Saham yang bagus secara teknikal 

Saham yang bagus secara teknikal adalah saham-saham yang layak dan bagus untuk dibeli, khususnya untuk trading saham. Ada banyak pola analisis teknikal yang menggambarkan kecenderungan suatu saham. Pelajari juga: Buku Saham Full Praktik Analisis Teknikal. 

Analisis teknikal yang terbentuk pada grafik saham, dapat menggambarkan kecenderungan / psikologis market saat itu. Ada banyak pola analisa teknikal yang mencerminkan potensi naiknya saham seperti support-resisten psikologis,  kombinasi candlestick-indikator, chart pattern. 

Selain itu, anda juga bisa pertimbangkan untuk memilih saham-saham yang diskon / murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon yang berpotensi naik, bisa anda pelajari strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

2. Saham yang likuid

Saham likuid merupakan saham yang lebih bagus dan risikonya kecil, karena saham likuid pergerakan harganya lebih stabil, lebih banyak ditradingkan (sehingga naik turunnya lebih jelas, pola2 teknikalnya juga mudah dianalisa), dan psikologis trader akan lebih tenang jika membeli saham2 likuid. 

Saham likuid contohnya seperti saham2 LQ45, yaitu saham2 yang bid-offernya tebal, banyak ditradingkan, grafik harga sahamnya membentuk pola2 yang jelas. 

Sebaliknya, saham yang tidak likuid, adalah saham2 yang berisiko untuk dibeli. Walaupun saham tersebut punya peluang naik puluhan persen sehari, namun risiko untuk jatuh puluhan persen sehari juga cukup besar. 

Saham2 tidak likuid memiliki pola pergerakan harga yang tidak beraturan, dan peminatnya sedikit. Untuk lebih jelasnya, anda bisa pelajari pos saya disini: Cara Membedakan Saham Likuid dan Saham Tidak Likuid.  

Jadi di dalam memilih saham bagus, konsepnya jangan terbalik. Banyak trader yang membeli saham tidak likuid karena beranggapan saham yang menguntungkan adalah saham yang bisa naik cepat. 

Anggapan seperti ini kurang tepat. Kalau anda benar2 ingin mencari saham yang bagus untuk ditradingkan, bahkan disimpan dalam waktu tertentu, pilihlah saham2 yang likuid. 

3. Saham yang perusahaannya bagus secara fundamental 

Saham yang bagus untuk dibeli adalah saham yang perusahaannya yang punya kinerja bagus dan mapan. Artinya, peran analisis fundamental sangat penting untuk mencari saham-saham yang layak dibeli. 

Anda bisa pelajari analisis fundamental untuk mencari saham bagus, untuk disimpan jangka panjang disini: Analisis Fundamental Saham Pemula – Expert. 

Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sehat, valuasi saham wajar, membagikan dividen rutin, unggul di sektor industri adalah kriteria saham yang bagus untuk dibeli. Perusahaan2 di Bursa Efek yang mempunyai kinerja bagus dan unggul di sektor industri antara lain BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ICBP dan lain2. 

Jadi kalau anda punya tujuan investasi saham, pilihlah saham-saham bagus berdasarkan analisis fundamental. 

4. Kondisi pasar saham saat itu 

Saham yang bagus (terutama untuk trading jangka pendek), juga harus mempertimbangkan kondisi market saat itu. Pasar saham yang sedang bearish, membuat banyak saham yang harganya turun terus, demikian juga sebaliknya. 

Jadi menentukan saham mana yang ingin anda beli, anda juga harus mempertimbangkan kondisi market. Kalau market sedang jelek, sangat mungkin saham-saham yang likuid harganya masih turun terus. 

Sebagai trader / investor saham, anda juga harus memperhatikan momentum trading, melakukan manajemen modal yang benar, karena saham-saham yang bagus untuk dibeli seringkali tercipta dari kombinasi analisa dan momentum trading yang tepat. Pelajari juga: Strategi Trading Saat Pasar Saham Strong Bearish. 

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di pos ini. Melalui tulisan ini, harapannya anda sudah memiliki acuan / pedoman untuk menyeleksi secara mandiri saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus

Menguasai analisis fundamental saham harus dapat anda terapkan untuk para trader maupun investor jangka panjang. Terutama kalau anda bertujuan investasi saham, maka analisis fundamental adalah senjata utama anda untuk memilih saham yang berkualitas. 

Jika anda ingin investasi jangka panjang (membeli saham dan disimpan selama minimal diatas 6 bulan), maka anda harus bisa menyeleksi saham-saham apa saja yang dapat menghasilkan potensi profit dalam jangka waktu yang panjang. 

Artinya, inti dari analisis fundamental adalah mencari perusahaan bagus, yaitu perusahaan yang memiliki: 

– Kinerja keuangan mapan
– Tren laba bersih naik dalam 5 tahun terakhir
– Sebisa mungkin menjadi leader di sektor industri
– Sektor usahanya berkembang & diminati masyarakat
– Memiliki historis tata kelola perusahaan yang bagus / positif 
Perusahaan yang memiliki kinerja bagus, mapan, sahamnya akan selalu diminati oleh investor, sehingga saham-saham seperti ini akan mudah naik saat pasar saham pulih dari strong bearish, dan cenderung memiliki pola uptrend dalam jangka panjang. 
Sebagai tambahan, di dalam analisis fundamental, selain mencari perusahaan bagus, memahami harga wajar dan valuasi saham juga sangat penting sebagai dasar keputusan untuk membeli saham di harga yang murah (undervalue) dan wajar. 
Anda bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara mencari perusahaan bagus dan full praktik analisa fundamental untuk investasi disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula – Expert. 

Perusahaan yang bagus secara fundamental bisa anda pilih berdasarkan kriteria industrinya. Ada saham-saham yang tahan banting terhadap koreksi market. Ada saham-saham growth stock. Ada tipikal value stock dan lain-lain. Anda bisa memilih perusahaan2 bagus berdasarkan tipikal anda. 

MENCARI PERUSAHAAN BAGUS SAAT SAHAM TURUN 

Banyak anggapan analisis fundamental itu ‘hanya berguna’ saat pasar saham lagi bagus, dan tidak akan terlalu bermanfaat ketika market sedang turun, karena saat pasar saham turun, perusahaan2 bagus pun harganya downtrend.

Anggapan2 seperti ini kurang tepat. Analisis fundamental sangat dibutuhkan dalam semua kondisi market, baik saat market bullish maupun bearish. Jika dalam kondisi market bearish anda bisa memilih perusahaan bagus, maka saat market pulih, anda bisa mendapatkan profit berlipat. 

Kalau anda sudah trading / investasi di tahun 2008 atau 2015, anda pasti merasakan bagaimana perusahana2 bagus yang sahamnya jatuh, harganya bisa naik berlipat saat market sudah pulih kembali. 

Sebaliknya, kalau anda beranggapan bahwa analisis fundamental hanya berlaku untuk market bullish, maka kemungkinan besar anda akan membuang peluang-peluang bagus saat harga saham banyak yang murah. 

Disini: Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham, kita juga sudah mempelajari konsep pergerakan harga saham. Dan saham-saham yang perusahaannya bagus itulah yang memiliki peluang bagus saat market sedang turun. 
Jadi di dalam kondisi bearish period, pilihlah perusahaan yang memiliki fundamental bagus & undervalue. Saham-saham tersebut akan naik cepat saat market sudah pulih dan bahkan menghasilkan return yang jauh lebih maksimal dibandingkan saham2 lapis dua dan lapis tiga.

Kesimpulannya, mencari perusahaan bagus adalah bagian dari analisis fundamental, di mana analisa fundamental harus selalu anda lakukan dalam kondisi market apapun, untuk mencari kesempatan dan peluang emas, sehingga anda bisa memiliki portofolio saham yang berkualitas. 

Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

Mempelajari pergerakan harga saham sangat penting untuk anda pahami. Sebagai trader jangka pendek maupun investor jangka panjang, pergerakan harga saham dapat menentukan reaksi anda untuk langkah trading / investasi selanjutnya. 

Pergerakan harga saham yang saya maksud di pos ini adalah: Pergerakan IHSG. Yup, kita semua tahu bahwa pergerakan IHSG ini sangat menentukan reaksi pasar, reaksi anda juga. 

Kalau IHSG anjlok, banyak yang panic selling, takut, pesimis. Kalau IHSG sedang bagus, banyak yang optimis, euforia, beli saham lebih banyak. 

Jadi anda harus bisa membaca pergerakan harga saham dan lebih dalam lagi: Memahaminya. Kalau anda tidak memahami pergerakan harga saham (IHSG), anda bisa terbawa reaksi market yang salah (panic selling). 

Di web Saham Gain ini, saya juga sudah sering menuliskan pentingnya memhami IHSG. Termasuk strategi2 menghadapi IHSG, market bearish seperti yang pernah saya update disini: EBOOK NEW EDITION – Strategi Menghadapi Pasar Saham Strong Bearish. 

Pergerakan IHSG bisa dianalogikan dengan “bola basket yang dilempar dari ketinggian tertentu”. Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar berikut ini: 

Analogi pergerakan harga saham

Coba anda lempar bola basket katakanlah dari ketinggian 5 meter. Setelah bola jatuh, bola tersebut pasti akan memantul kembali. Analogi kedua, sekarang coba anda lempar bola basket dari tempat yang lebih tinggi, yaitu dari ketinggian 10 meter.

Baik anda melempar bola dari ketinggian 5 maupun 10 meter, bola tersebut pasti akan memantul lagi. Tetapi kekuatan pantulannya akan berbeda. Bola yang dilempar adri ketinggian 10 meter akan memberikan pantulan bola basket yang jauh lebih tinggi dibandingkan bola yang dilempar dari ketinggian 5 meter. 

Untuk memudahkannya, perhatikan dua gambar diatas. Gambar pertama, bola basket dilempar dengan ketinggian rendah. Dan gambar kedua, bola basket dilempar dari tempat yang lebih tinggi. Bola basket yang kedua (dilempar dari ketinggian yang lebih tinggi), akan menghasilkan pantulan yang lebih besar daripada yang pertama. 

Nah, analogi ini sama seperti pergerakan harga saham (IHSG). Semakin dalam IHSG turun, maka ketika IHSG, pasar saham pulih, IHSG akan naik (memantul) semakin tinggi, semakin cepat. 

Sebaliknya, kalau IHSG turunnya hanya sedikit, maka kenaikan atau reboundnya pun tidak akan setinggi saat IHSG turun banyak. 

Apa buktinya? 

Kita sudah beberapa kali menghadapi IHSG turun tajam, bahkan crash market, yaitu pada tahun 1998, 2008 dan 2015 (bukan crash market). Namun ketika market pulih, kenaikan IHSG benar-benar fantastis, banyak saham bagus yang naik puluhan-ratusan persen dalam waktu beberapa bulan. 

Bahkan setelah kejadian2 tersebut, IHSG selalu berhasil membentuk all time high. Contohnya seperti tahun 2015, di mana setelah IHSG turun sekitar 24% selama 6-7 bulan, IHSG dalam 2-3 tahun setelahnya, membentuk all time high diatas 6.500. 

Konsep ini juga berlaku sebaliknya, saat IHSG naik. Kalau IHSG sudah naik sangat tinggi (overvalued), dan IHSG sudah mulai stagnan, saat-saat itulah anda harus mulai waspada dan kurangi beli saham. 

Semakin tinggi IHSG naik, jatuhnya juga semakin tajam. Yup, konsep ini berlaku sama seperti analogi gambar diatas tadi, namun sebaliknya. 

Ini sebenarnya adalah konsep pergerakan harga saham yang sangat dasar, namun banyak yang tidak menyadarinya. Hal ini karena banyak trader saham yang pesimis, bahkan menebar fear di saat-saat IHSG sedang jatuh. 

Trader-trader banyak yang terbawa ‘arus’ panic dan ketakutan di market. Sehingga, justru ketika peluang datang, trader / investor tidak bisa melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk meraih profit yang sangat besar. 

Jadi dengan memahami konsep pergerakan harga saham ini, diharapkan kita semua bisa melihat peluang-peluang yang ada di market, termasuk menjadi trader yang lebih waspada. Artinya, kita bisa menjadi lebih peka terhadap kondisi pasar saham. 

Tentu saja, untuk membaca market yang berpotensi jatuh, atau market yang sudah overvalued, anda harus menganalisis, baik dengan pendekatan analisa fundamental maupun analisa market. 

Tapi tentu itu semua bisa anda lakukan kalau anda sering praktik trading, menganalisa market, dan belajar saham secar otodidak. Sebagai pemain saham, itu adalah tugas kita. Pelajari juga:  Belajar Saham Analisis Teknikal dan Belajar Saham Analisis Fundamental. 

Analisis Saham BBRI – Teknikal & Fundamental

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merupakan salah satu saham favorit para trader maupun investor saham, sehingga ketika saham BBRI sedang turun, BBRI banyak diincar oleh pelaku pasar. 

Pada saat BBRI sedang turun banyak, sering sekali saya mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan: Pak apakah saham BBRI sudah murah? Apakah BBRI bakalan turun lagi? Kalau turun, kira-kira sampai ke harga berapa?

Untuk menjawab pertanyaan apakah saham akan turun lagi atau tidak, kita akan mencoba analisa dari segi analisis teknikal dan analisis fundamental. 

ANALISIS SAHAM BBRI 

Pertama-tama kita analisis saham BBRI dari chart harga sahamnya. Perhatikan chart BBRI berikut:

Analisis saham BBRI

Pada chart diatas, saham BBRI turun dari harga 4.600 sampai 3.140 hanya dalam kurun waktu 1 bulan kurang. Penurunan ini tentu sangat drastis dan kalau dilihat menggunakan chart 6 bulanan, maka saham BBRI tampak terlihat sudah sangat murah. 

Akan tetapi, kalau kita perpanjang time frame menjadi 3 tahun (lihat chart diatas), sebenarnya masih banyak daerah / area support-supportnya. Pada chart diatas, secara teknikal BBRI masih ada support di harga-harga 2.700, 2.500, 1.900 (Tanda persegi). 

Ini artinya, di harga BBRI 3.140 (harga terakhir di chart), BBRI masih ada kemungkinan untuk turun, terutama kalau kondisi market sedang jelek, saham BBRI akan sangat rentan untuk melanjutkan penurunannya. 

Sedangkan secara fundamental, kita bisa mencoba menganalisa melalui Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Baca juga: Analisis Price Earning Ratio (PER) dan Analisis Price to Book Value (PBV).

PER BBRI saat turun dari 4.600 ke 3.140, ada di kisaran 11-12 kali. Sudah lumayan murah, namun PER BBRI masih belum dibawah 10 kali. Sedangkan PER saham-saham di sektor industri sejenis seperti BBNI dan BMRI, sudah dibawah 10 kali. Anda bisa lihat PER saham-saham big cap perbankan berikut:   

PER saham perbankan

Kemudian kita lihat dari sisi rasio PBV. PBV BBRI adalah sebesar 1,84 kali. Anda bisa lihat data perhitungan PBV BBRI berikut: 


PBV BBRI
PBV BBRI sudah mulai murah, akan tetapi PBV dapat dikatakan benar-benar undervalue, apabila nilainya 1 atau dibawah 1.
Jadi mengacu pada kedua analisis teknikal dan analisis fundamental sederhana diatas, dapat disimpulkan bahwa saham BBRI masih ada potensi turun. Selain itu, anda juga harus mempertimbangkan kondisi pasar saham. Baca juga: Saham Blue Chip yang Murah.
Kalau kondisi pasar saham sedang jelek, bearish, maka analisa-analisa diatas akan semakin mendukung kemungkinan lanjutan turunnya saham BBRI.
Dalam kondisi tersebut (apalagi jika didukung dengan market bearish), ada baiknya anda yang ingin beli saham BBRI, belilah BBRI secara bertahap (akumulasi). Anda bisa menjadi harga support-support 2-3 tahunannya sebagai acuan.
Sedangkan untuk para trader jangka pendek / harian, kalau anda menemukan saham BBRI yang turun tajam, anda bisa memanfaatkannya untuk trading harian saat technical rebound. Pelajari juga: Cara Memilih Saham Bagus untuk Intraday Trading.

Saham Blue Chip yang Murah

Saham blue chip merupakan saham-saham yang likuid, kapitalisasi pasarnya paling besar di pasar saham, dan perusahaanya punya kinerja keuangan, prospek yang baik. Sehingga, saham-saham blue chip yang harganya sudah murah, selalu diincar oleh trader maupun investor saham.  

Beberapa contoh saham blue chip yang kita kenal antara lain adalah INDF, UNVR, ASII, ICBP, BBRI, BMRI, TLKM, BBCA, BBNI dan lain2. Baca juga: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia.  

Jadi, kalau anda ingin memanfaatkan profit di saham blue chip, anda bisa memanfaatkan saham blue chip yang murah untuk ditradingkan maupun investasi (jangka panjang). 

Untuk memilih dan mengetahui saham-saham blue chip yang sudah murah, ada dua analisis yang perlu anda lakukan yaitu: 

1. Saham blue chip yang murah secara teknikal 

Kalau tujuan anda untuk trading saham (jangka pendek), maka anda harus melihat pola-pola saham blue chip yang sudah diskon secara analisa teknikal. Cara-cara memilih saham diskon untuk trading juga sudah kita bahas praktik2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Murah & Diskon. 

Jika anda ingin membeli saham blue chip yang diskon, ada baiknya fokus pada analisis teknikal, karena saham blue chip mudah dianalisa dengan analisis teknikal, dan saham2 blue chip memiliki pola2 teknikal yang bagus dibandingkan saham2 lapis dua atau bahkan saham lapis tiga (saham gorengan). 

2. Saham blue chip yang murah secara fundamental 

Jika tujuan anda adalah investasi saham jangka panjang, maka anda harus menganalisa fundamental saham tersebut. Pilihlah saham2 blue chip yang paling bagus secara kinerja dan sektor. 

Dan yang terpenting, perhatikan VALUASI SAHAM dan HARGA WAJARNYA. Karena konteksnya disini adalah: Mencari saham blue chip YANG MURAH. Hal ini bisa anda ketahui melalui valuasinya saat itu, untuk melihat apakah saham sudah diskon atau masih mahal (overvalued). 

Untuk mengetahui saham-saham yang murah secara fundamental, kita juga sudah membahasnya disini: Analisis Fundamental Saham untuk Investasi. Anda bisa pelajari dan praktikkan.  

ANALISA LAIN YANG PENTING

Ada hal lain lagi yang perlu anda pertimbangkan ketika ingin memilih saham blue chip yang murah, entah untuk trading maupun investasi yaitu: Mempertimbangkan kondisi pasar saham.

Pasar saham yang sedang jatuh misalnya, maka mayoritas harga saham akan mengalami penurunan tajam, apalagi saham blue chip. Saham2 blue chip memiliki pergerakan yang searah dengan IHSG. Kalau IHSG turun, kondisi ekonomi kurang bagus, investor akan menjual saham terutama saham2 big caps (blue chip). 

Jadi selain analisis teknikal dan fundamental, untuk melihat saham blue chip yang sudah murah atau belum, anda juga harus meng-kombinasikannya dengan analisis market. 

Perhatikan apakah kondisi market saat itu sedang kondusif atau masih berpotensi turun, masih banyak sentimen negatif, pasar saham luar negeri masih bearish, maka anda juga harus pertimbangkan untuk lebih banyak wait and see. Jangan gegabah membeli saham blue chip walaupun terlihat sudah murah. Pelajari juga: Strategi Menghadapi Kondisi Market Strong Bearish. 

Kombinasi analisis teknikal, fundamental dan analisa market ini pada akhirnya akan membuat anda mampu menyeleksi saham-saham blue chip yang sudah murah plus bonusnya, anda bisa mengambil keputusan yang baik untuk membeli saham blue chip di momen yang lebih tepat.

Jadi dalam memilih saham blue chip, anda harus menggunakan analisa-analisa yang realistis yaitu kombinasi tiga analisa yang sudah kita bahas diatas. 

Dalam membeli saham blue chip, jangan hanya melihat brand perusahaannya. Jangan hanya beli saham karena perusahaannya terkenal, karena banyak diincar. Label sebagai saham blue chip sama sekali bukan jaminan anda pasti profit. 

Untuk menghasilkan profit, anda harus menganalisis saham dengan cara yang tepat. Yup, analisis-analisis yang saya paparkan ini bukan hanya berguna untuk melihat saham blue chip yang murah, tetapi juga untuk menganalisa saham2 yang lain (non blue chip).

Menghadapi Pasar Saham Bearish

Tidak setiap saat anda menghadapi pasar saham bearish. Tetapi memang ada masa-masa pasar saham sedang turun.. Banyak saham bagus yang harganya jatuh. Di saat-saat seperti ini, anda harus memiliki mindset trading yang benar. 

Pada saat pasar saham sedang jatuh, strong bearish, apa yang bisa kita lakukan sebagai trader / investor saham? Ketika pasar saham sedang turun, saya yakin banyak trader dan investor saham yang malas membuka layar trading online. 


Mendingan tutup laptop daripada melihat saham-saham turun terus. Beli saham juga percuma, ntar turun lagi. Namun dalam kondisi saham yang sedang turun, bukan berarti trader harus bersikap pesimis.

“Percuma belajar saham. Harga saham turun terus”.
“Analisis teknikal dan fundamental nggak ada gunanya, masih kalah sama bandar”
Kalau kondisi pasar saham sedang bearish, dan tidak memungkinkan anda untuk trading (karena saham-saham turun), maka sebenarnya dalam kondisi tersebut, anda bisa memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal berikut: 

Tetap belajar saham. Belajar saham itu tidak harus selalu membeli saham. Anda wait and see, menganalisa market, mempelajari sentimen-sentimen pasar, menunggu momenum, tetap analisa saham-saham apa yang murah (secara valuasi), itu semua juga merupakan proses belajar saham. 

Evaluasi trading. Kalau anda memutuskan untuk rest total dari tradng saat IHSG bearish, ini sebenarnya adalah saat yang bagus untuk melakukan evaluasi trading. Justru ketika anda berhenti sementara dari aktivitas trading, anda bisa melihat banyak hal dari perjalanan trading secara penuh.. Di dalam evaluasi trading, anda bisa mengevaluasi hal-hal berikut: 
– Apakah strategi trading anda sejauh ini menguntungkan?
– Apakah selama ini anda tergesa-gesa membeli saham?
– Apakah anda kerap kali membeli saham2 yang kurang bagus?
– Apakah anda sudah membeli saham berdasarkan analisa?
– Apakah anda lebih banyak profit atau rugi? 
– Apakah anda lebih baik sebagai trader, investor atau keduanya? 

Evaluasi-evaluasi tersebut bisa anda gunakan nantinya sebagai perbaikan anda untuk menuju arah trading selanjutnya yang lebih baik. 

Ketika pasar saham bearish, tidak ada salahnya anda ‘tutup laptop’. Tapi bukan berarti anda harus menutup rasionalisme dan menjadi pesimis (tidak mau belajar saham lagi sampai pasar saham naik, atau bahkan menebar fear tentang kondisi market). 

Justru anda yang sekarang sedang mengalami kondisi pasar saham bearish, bahkan hancur (crash), anda harus bersyukur, karena anda bisa mendapatkan banyak pengalaman trading, dan disinilah kita menghadapi realita market yang sesungguhnya. 

Kalau saya boleh jujur, justru trader yang mulai trading saham dengan kondisi market yang sangat bagus itu berbahaya, karena ketika berhadapan dengan market bearish, kemungkinan besar trader tidak siap, karena belum memiliki langkah antisipasi untuk membaca pertanda market yang mulai jelek. 

Apa yang saya tulis di pos ini, tentu saja bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau membuat trader pemula panik ketika market sedang turun. 

Tetapi saya ingin sharing mengenai realita dan kondisi pasar saham yang sesungguhnya, yang akan anda hadapi ketika berhadapan dengan market. Anda perlu mempelajari hal ini, supaya anda bisa mengambil keputusan trading yang realistis dan bijaksana.