2 Strategi Trading Cepat: Intraday & Scalping Trading

Strategi trading cepat saham bisa dilakukan dengan beberapa macam strategi. Inilah yang perlu anda pahami sebagai trader saham, khususnya anda yang ingin menerapkan praktik trading cepat untuk mendapatkan profit harian. 
 
Trading cepat sendiri sebenarnya terdiri dari 2 strategi yaitu INTRADAY TRADING dan SCALPING TRADING. Walaupun keduanya sama-sama trading cepat, akan tetapi scalping dan intraday trading memiliki strategi yang berbeda. 

Sehingga, anda harus bisa memilih strategi trading cepat yang sesuai dengan karakter anda, dan tidak hanya asal melakukan trading cepat. Jadi, anda perlu memahami perbedaan kedua strategi trading cepat tersebut. Mari kita bahas. 
 
1. Scalping trading saham 

Trading cepat dengan jangka waktu (time frame) yang paling singkat adalah scalping trading. Scalping trading adalah trading dengan time frame menitan. Anda beli dan jual saham hanya dalam waktu 1 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam. Itulah yang dinamakan dengan scalping trading. 

Saham-saham apa yang bisa naik cepat dalam waktu menitan? Jawabannya adalah saham-saham gorengan (saham lapis tiga). Yup, jadi scalping trading dilakukan dengan cara mencari saham-saham gorengan yang potensial naik dalam waktu menitan. 

Namun untuk mencari saham gorengan, tentu anda harus menggunakan analisa dan momentum. Membeli saham gorengan tidak disarankan untuk dilakukan secara asal-asalan (tanpa analisa). Selain itu, anda harus lebih disiplin dalam manajemen modal dan menetapkan target.  

Cara-cara memilih saham, manejemen modal dan analisa untuk scalping trading dengan mencari saham2 lapis tiga yang potensial naik 5-10% sehari, sudah saya bahas praktik2nya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit – Scalping Trading
 
Karena saham gorengan memiliki risiko tinggi, dan mudah naik-turun dalam waktu cepat, maka saham gorengan adalah saham-saham yang paling cocok untuk scalping trading. 

Scalping trading, ‘bahasa gaulnya’ adalah strategi hit and run (pukul dan lari). Kalau anda sudah profit, langsung jual (dalam waktu menitan), karena saham2 gorengan tidak cocok untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama. 

2. Intraday trading saham 

Intraday trading adalah trading harian, di mana anda melakukan beli jual saham di hari yang sama (misalnya beli saham pagi hari jual sore hari), sampai 1-3 harian trading. 

Jadi baik scalping maupun intraday, sama-sama merupakan strategi trading cepat. Akan tetapi, intraday trading memiliki time frame trading yang lebih panjang dibandingkan scalping. Intraday trading memiliki batas waktu harian (sampai tiga hari), sedangkan scalping dilakukan dengan trading menitan. 

Analisa untuk intraday trading juga berbeda dengan scalping. Pada strategi intraday trading, anda harus memilih saham2 yang likuid, saham-saham yang memiliki fluktuatif stabil, dan mudah naik dalam jangka waktu harian. 

Artinya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham2 non-gorengan (saham blue chip ataupun saham2 second liner).

Intraday trading harus dilakukan dengan menganalisa saham dengan analisa teknikal, analisa tape reading dan kombinasi analisa momentum. Berdasarkan pengalaman saya, memilih saham untuk intraday trading cenderung lebih mudah ketimbang scalping, karena dalam intraday, anda bisa mengurangi risiko memilih saham2 yang terlalu volatil. 

Strategi2 dan praktik2 memilih saham yang bagus untuk intraday trading, sudah pernah kita bahas bersama secara lengkap, beserta saham2 yang layak trading disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Pada intraday trading, target take profit anda juga lebih rendah dibandingkan scalping trading. Idealnya, intraday trading dilakukan dengan target profit 1-4% sehari. Sedangkan scalping (memilih saham gorengan), target profit bisa dilakukan 5-10%. Tetapi, risiko intraday trading jauh lebih kecil dibandingkan scalping trading.  

Perlu anda ketahui juga, bahwa intraday trading bisa menjadi scalping trading. Hal ini karena seringkali saham2 yang bagus untuk intraday trading, bisa naik dalam waktu 30 menit sampai 1 jam, sehingga kalau target anda sudah tercapai dalam range waktu tersebut, anda bisa jual sahamnya, tidak perlu menunggu 1-3 hari. 

Jadi, melalui pos ini, anda sudah memahami strategi2 trading cepat di pasar saham. Sekarang anda hanya perlu menentukan strategi trading cepat apa yang cocok untuk anda (anda lebih ke tipikal scalper or intraday?), supaya anda bisa menghasilkan profit maksimal. 

Trading Harian saat Saham Bearish

Trading harian saham bagi saya merupakan salah satu strategi trading yang cukup fleksibel untuk dilakukan. Trading harian bisa dilakukan pada banyak situasi dan kondisi market. 

Hal ini karena trading harian adalah strategi buy-sell di hari yang sama (jangka waktunya sangat singkat), sehingga trading harian dapat diterapkan dalam kondisi market yang bullish, sideways, maupun bearish. 

Dalam kondisi-kondisi tersebut, tetap saja ada saham-saham yang naik, dan berpotensi memberikan profit dalam jangka pendek. 

Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik dan strategi memilih saham-saham yang layak ditradingkan harian. Anda bisa dapatkan disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). Jadi anda akan mempraktikkan secara langsung trading harian dan tidak hanya teori. Anda akan mempelajari: 

– Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus
– Saham-saham yang pergerakannya mudah dianalisa untuk trading harian
– Saham-saham yang mudah naik cepat untuk jangka waktu harian
– Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-dua hari trading 


Banyak trader saham yang bertanya: “Pak Heze, strategi trading apa yang harus kita lakukan kalau pasar saham sedang bearish?” (Mayoritas saham masih turun terus).

Yap, satu-satunya strategi trading yang efektif saat IHSG bearish adalah trading harian. Tetapi bukan berarti saat IHSG masih turun anda langsung beli saham. 

Di dalam penurunan IHSG yang tajam, pasti ada saat di mana IHSG mengalami rebound kencang selama 1-2 hari misalnya. Contohnya perhatikan chart berikut: 

IHSG turun

Saat IHSG jatuh, pasti ada 1-2 hari IHSG rebound dengan kencang. Biasanya hal ini ditandai dengan naiknya IHSG di awal sesi, atau mulai menurunnya tekanan jual setelah banyak saham turun di jam tertentu. Misalnya di sesi 1, IHSG turun 4%, lalu penurunannya mulai reda jadi 3,5% dan seterusnya. Itu adalah beberapa pertanda IHSG akan rebound. 

Pada saat IHSG rebound, disitulah anda bisa memanfaatkan untuk trading harian di saham-saham bagus yang mudah naik, atau biasa saya sebut dengan strategi ‘hit and run’. 

Strategi trading harian saat IHSG bearish lebih efektif diterapkan karena saat saham-saham masih turun, rebound IHSG hanya terjadi sebentar, setelah itu saham-saham akan cenderung turun lagi, sehingga kalau anda menerapkan buy and hold, kemungkinan besar saham anda yang seharusnya sudah untung harian, jadinya malah nyangkut. 

Jadi, saat saham-saham sedang turun, gunakan strategi trading harian. Namun, analisalah momentum trading yang tepat. Tunggu saham rebound, beli dalam jumlah sedikit dan jual cepat saat profit. Jangan membeli saham saat belum ada pertanda rebound. 

IHSG yang rebound di tengah turunnya tren market ini, bisa anda manfaatkan untuk trading harian. Berikut salah satu contoh transaksi trading harian penulis saat IHSG rebound di tengah turunnya tren saham (saat wabah Corona), di mana saya membeli BBRI under 2.900: 


Trading saham BBRI
Pilihlah saham-saham yang potensial untuk menghasilkan profit jangka pendek, dan jangan lupa untuk selalu menganalisa teknikal, market serta analisa tape reading. Saat market turun, usahakan trading harian dengan jumlah lot yang sedikit, karena bagaimanapun juga, market yang turun cenderung lebih berisiko. 

CATATAN: Apa yang saya paparkan di pos ini, bukan bermaksud untuk mengharuskan anda trading harian saat IHSG / saham sedang bearish. Setiap trader pasti juga memiliki tipikal trading yang berbeda. 

Ada trader yang cocok dengan trading harian. Ada trader yang lebih cocok menyimpan saham agak lama. Ada trader yang cocok dengan swing trading. 

Kalau anda bukan tipikal trader harian, tidak perlu memaksakan untuk trading harian. Strategi ini dapat diterapkan khusus untuk anda yang terbiasa trading cepat, atau sedang belajar / menerapkan intraday trading dalam aktivitas trading anda. 

Teknik Trading Harian Saham

Membeli dan menjual saham dalam jangka waktu yang singkat, yaitu beli-jual saham di hari yang sama, atau trading satu – tiga hari merupakan strategi trading harian (intraday) trading. Apakah anda adalah salah satu trader yang menerapkan strategi intraday trading? Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore – Trading Cepat. 

Dalam praktiknya, cukup banyak trader yang menerapkan trading harian, karena tidak sedikit trader saham yang ingin mendapatkan profit jangka pendek dari trading tanpa harus menyimpan saham terlalu lama. 

Tidak heran jika ada banyak strategi dan cara untuk melakukan trading harian (yang mungkin juga sering anda dengar), mulai dari analisa-analisa yang simpel sampai dengan analisis yang rumit. Tidak semua analisis trading harian cocok diterapkan oleh trader dan bisa menghasilkan profit konsisten.  

Di pos ini, saya ingin memaparkan poin-poin dan strategi penting trading harian yang bisa anda terapkan secara umum, untuk semua level trader (pemula sampai expert) dan mudah diaplikasikan secara langsung dalam trading saham.  

Pelajari juga strategi2 dan praktik2 memilih saham-saham untuk trading harian, saham2 yang mudah naik dalam jangka waktu sehari-tiga hari disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman).

Ada poin-poin penting yang tidak boleh anda lewatkan ketika anda menerapkan teknik trading harian saham untuk memilih saham2 yang bagus. Berikut beberapa analisis untuk trading harian saham:

1. Analisis tape reading (bid-offer) 

Setiap kali anda memasukkan antrian harga beli dan jual, anda pasti akan mengamati bid (permintaan beli) dan offer (penawaran jual) saham tersebut. Bid offer sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk analisa saham, khususnya untuk intraday trading, bukan hanya digunakan untuk memasang order. 

Bid dan offer menunjukkan kekuatan / minat beli dan jual yang terbentuk pada suatu saham. Dan bid offer menunjukkan minat pasar yang terjadi atau berlaku di hari / jam perdagangan saham yang sedang berlangsung. 

Oleh karena itu, bid offer bisa digunakan untuk mengambil keputusan trading cepat, untuk melihat apakah suatu saham memiliki potensi ke utara (naik) dalam jangka yang pendek, atau justru saham berpotensi turun dalam waktu cepat. 

Analisa tape reading ini juga dapat dikombinasikan dengan analisis net buy -sell, di mana analisa net buy dan net sell seringkali bisa menjadi penentu naik-turunnya saham dalam jangka waktu harian. 

Untuk trading harian, analisis bid offer biasa dikenal dengan analisis tape reading. Anda bisa baca-baca kembali tulisan saya mengenai tape reading saham disini: Bid Offer Saham (Tape Reading) untuk Trading Cepat dan Teknik dan Analisa Tape Reading Saham. 

2. Analisis teknikal (chart) 

Trading harian harus tetap dilakukan menggunakan analisis teknikal. Dalam hal ini, untuk mencari saham2 yang bagus untuk intraday, anda harus melakukan analisis teknikal di saham tersebut. 

Pola-pola teknikal yang terjadi dapat menggambarkan cerminan psikologis market, apakah saham akan cenderung naik jangka pendek, turun atau cenderung sideways. Jadi jangan beranggapan bahwa chart hanya digunakan oleh swing trader atau positioning trader. 

Namun, analisis teknikal tentu tidak bisa berdiri sendiri untuk trading harian. Analisis teknikal harus anda kombinasikan dengan tape reading (poin 1) dan analisa momentum (poin 3). 

Analisis-analisis teknikal yang perlu anda perhatikan untuk intraday trading, bisa anda pelajari disini: Analisis Teknikal untuk Trading Harian. 

3. Analisis momentum

Kunci dari trading harian adalah memahami momentum yang bagus untuk beli saham. Mengapa? Karena jangka waktu anda cukup singkat, sehingga anda harus membeli saham yang sinyalnya bagus. 

Analisis momentum adalah kombinasi dari kedua poin diatas, yaitu tape reading, analisis teknikal serta pelajari analisis market. Market yang cenderung stabil (tidak terlalu fluktuatif / bearish) tentu akan cenderung lebih mudah untuk memilih saham untuk trading harian. 

Jenis dan tipikal saham juga menentukan bagus tidaknya saham tersebut untuk trading harian. Ada saham yang bagus untuk trading harian. Ada saham yang berisiko untuk ditradingkan jangka pendek. 

Pelajari juga tulisan saya mengenai momentum intraday disini: Momentum dan Teknik Trading Harian Saham. 

Tiga hal inilah yang harus anda pahami dan praktikkan jika ingin sukses dan profit dalam trading harian. Jadi sebenarnya dalam teknik trading harian saham, anda sama sekali tidak memerlukan software-software khusus yang harganya mahal (sampai puluhan juta). 


Sayang sekali kalau uang anda habis hanya untuk membeli metode-metode trading harian yang sebenarnya metode ‘sempurna’ itu tidak bisa didapatkan secara instan. Karena teknik trading harian yang sesungguhnya terletak pada analisis-analisis yang benar. Hal ini sudah bisa dilakukan melalui software online trading anda sendiri. 

Memaksimalkan Profit dari Trading Harian Saham

Di pos sebelumnya: Strategi Trading: Scalping Trading Saham, kita sudah membahas mengenai strategi trading menitan (scalping trading), di mana scalping trading bisa menjadi alternatif untuk anda yang ingin meraup profit jangka pendek. 

Terutama pada saat banyak saham sedang turun, scalping trading bisa menjadi strategi meraup profit, karena target utama scalping trading adalah mencari saham2 lapis tiga, di mana mayoritas saham lapis tiga pergerakannya tidak mengikuti arah pergerakan market secara umum. 

Selain scalping trading, strategi trading cepat bisa anda terapkan melalui strategi INTRADAY TRADING atau TRADING HARIAN. Trading harian dapat memberikan peluang profit dengan tingkat risiko yang lebih kecil dibandingkan scalping trading.  

Strategi mencari saham-saham yang bagus, yang mudah naik dalam jangka waktu harian (intraday), sudah kita bahas bersama praktik2nya disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman).

Intraday trading dilakukan dengan cara memilih saham-saham yang memiliki pergerakan likuid, mudah dianalisa dengan chart, dan saham2 yang mudah naik secara stabil dalam jangka waktu harian. 

Umumnya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham lapis satu dan saham lapis dua. Dengan strategi intraday trading tersebut, anda bisa meraih profit dari trading cepat lebih maksimal dengan risiko yang lebih rendah.

Intraday trading juga bisa anda terapkan ketika IHSG dan mayoritas saham mengalami technical rebound setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Berikut beberapa contoh momentum (chart) yang bisa anda manfaatkan untuk intraday saat market rebound: 


Pada kedua chart diatas yaitu saham BBRI dan BBCA (yang saya beri tanda lingkaran), adalah momen di mana saham-saham mengalami rebound setelah turun tajam, dan kedua saham mengalami rebound / naik cepat dalam waktu pendek 1-2 harian. 

Sebagai seorang trader harian, anda bisa  memilih saham2 yang mudah naik dengan memanfaatkan momen technical rebound untuk meraup profit jangka pendek. Pelajari juga: Strategi Day Trading Saham. 

Namun di dalam trading harian, anda tidak boleh gegabah untuk memilih / screening saham. Seperti yang saya tuliskan di beberapa paragraf sebelumnya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham yang memiliki pergerakan bagus dan mudah dianalisa dengan teknikal. 

Di satu sisi, anda harus menetapkan target profit intraday trading yang realistis. Banyak trader harian yang memasang target profit terlalu tinggi, akhirnya justru tidak tercapai. 

Dalam menetapkan trading harian saham, anda tidak perlu menetapkan target profit terlalu besar. Namun anda harus menetapkan target beberapa persen dari harga beli anda namun dengan frekuensi trading lebih sering / banyak. Baca juga: Target Profit Trading Harian Saham. 

Ini artinya, sekalipun anda melakukan trading harian, anda juga harus menganalisa dan memilih saham yang memang layak untuk dibeli dan memiliki potensi naik jangka pendek dengan target yang realistis. Dengan strategi2 trading tersebut, anda bisa memperoleh profit maksimal dari trading cepat.  

Jadi untuk rekan-rekan yang ingin memaksimalkan keuntungan dari trading cepat, dengan analisis teknikal yang lebih matang dan risiko yang kecil (trading cepat biasanya identik dengan high risk), maka INTRADAY TRADING (trading harian) bisa anda praktikkan. 

Trading Harian Saham – Profit Cepat di Saham

Jika anda ingin trading dengan cara membeli dan kemudian menjual saham dalam waktu cenderung singkat, anda bisa menerapkan strategi TRADING HARIAN (intraday trading saham). 

Di dalam trading harian, anda membeli dan menjual saham di hari yang sama, atau sampai 2-3 hari trading. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore – Trading Cepat. 

Selama ini trading harian / trading cepat banyak diaplikasikan dalam trading forex, karena pergerakan naik-turunnya mata uang (forex) sangat cepat, sehingga fluktuatif tersebut bisa dimanfaatkan untuk trading dalam waktu yang singkat.  

Namun di dalam praktiknya, trading harian juga sangat efektif diterapkan untuk trading saham, karena banyak saham yang punya fluktuatif yang bagus untuk ditradingkan jangka pendek. 

Praktik-praktik memilih saham yang bagus untuk trading harian plus analisa tape reading untuk intraday saham bisa anda pelajari disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). 

Saya pribadi juga menerapkan strategi2 trading harian, dan trading harian saham cocok diterapkan untuk anda yang memiliki tujuan-tujuan trading berikut: 

1. Tidak ingin hold saham terlalu lama 

Jika anda adalah tipe trader yang suka membeli dan menjual saham dalam waktu yang cenderung singkat, anda tidak nyaman kalau menyimpan saham sampai saham anda “menginap” di portofolio, maka ada baiknya anda menerapkan strategi intraday trading, karena strategi intraday trading memang dikhususkan untuk anda yang ingin trading cepat. 

2. Mendapatkan profit jangka pendek dari trading (harian)

Anda yang ingin mendapatkan profit jangka pendek, khususnya jangka waktu harian atau beberapa hari, maka anda bisa menerapkan strategi trading harian saham.

Jadi jangan salah menggunakan strategi trading, karena banyak trader yang ingin beli jual saham dalam waktu singkat, namun trader menggunakan analisis-analisis untuk trading bulanan. Tentu saja cara ini justru tidak efektif untuk mendapatkan profit jangka pendek seperti yang anda harapkan.  

3. Intraday trading cocok diterapkan ketika kondisi pasar saham bearish 

Dalam kondisi market yang cenderung bearish, strategi trading harian lebih cocok diterapkan karena market yang bearish umumnya memiliki pola technical rebound beberapa hari sebelum turun lagi dibawah support2nya. 

Sehingga, ketika pasar saham sedang bearish anda bisa memanfaatkan momentum technical rebound di saham2 yang polanya bagus untuk ditradingkan jangka pendek. Di saat market bearish, strategi buy and hold tidak terlalu cocok karena banyak saham yang kenaikannya tidak bertahan terlalu lama. 

STRATEGI TRADING HARIAN, TARGET PROFIT & FREKUENSI TRADING 

Trading harian harus dilakukan dengan strategi dan cara memilih saham yang benar, karena anda harus bisa mencari saham2 yang punya potensi naik jangka pendek. So, anda tidak boleh gambling dalam trading harian. Anda bisa praktikkan: Cara Memilih Saham untuk Trading Harian. 

Walaupun strateginya adalah trading cepat, anda harus membeli saham berdasarkan analisis yang layak, terutama anda harus menggunakan analisis teknikal untuk seleksi saham, analisa tape reading (bid offer) untuk memahami kekuatan beli jual saham saat itu. Baca juga: Teknik dan Analisa Tape Reading Saham. 

Di satu sisi, anda juga harus perhatikan target profit dan frekuensi trading. Trading harian memang sedikit berbeda dengan strategi trading lainnya, karena trading harian memiliki frekuensi trading yang lebih banyak. 

Nah, karena frekuensi trading harian cenderung lebih banyak dan take profit dilakukan dalam jangka pendek, maka target profit untuk trading harian disarankan tidak terlalu tinggi (pasanglah target yang realistis). Saya pernah bahas juga tulisannya disini: Frekuensi Trading Saham Ideal.

Jadi untuk anda yang ingin menjalankan aktivitas trading harian, anda bisa jalankan strategi2 dan perhatikan hal2 perlu dianalisa. Pos ini sudah menjelaskan poin2 penting untuk trading cepat. 

Day Trading Saham

Day trading (trading harian) seringkali diterapkan oleh para trader forex. Namun di pasar saham, strategi day trading ini ternyata juga banyak diterapkan oleh trader yang ingin meraih profit dalam jangka waktu yang lebih singkat. 

Di pos sebelumnya: Strategi Trading Cepat: Trading Menitan & Harian kita sudah membahas bahwa strategi day trading itu bisa dibedakan menjadi strategi scalping trading dan intraday trading. Untuk cara mencari saham2 bagus untuk day trading, anda bisa pelajari disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). 

Day trading adalah solusi untuk anda para trader saham yang ingin bisa take profit di saham-saham pilihan dengan rentang waktu yang tidak terlalu panjang. 

Tapi sayangnya, banyak sekali trader yang “menyalahgunakan” strategi day trading untuk gambling di saham. Sehingga pada akhirnya timbullah persepsi bahwa day trading itu identik dengan gambling, karena day trading dianggap hanya mengandalkan ‘arah angin’ yang ada di pasar untuk trading dan fluktuatif harga saham harian dianggap berisiko untuk day trader. 

Day trading juga dimanfaatkan oleh trader-trader saham yang ingin dapat profit terus menerus dari saham. Akhirnya banyak trader yang membeli saham hanya karena faktor emosi (ingin cepat kaya, ingin dapat untung secara instan). 

Tidak heran kalau ujung-ujungnya yang justru bangkrut karena menerapkan strategi day trading yang salah, yang mengarah pada gambling. 

Padahal di dalam praktikknya, memilih saham untuk day trading itu sangat membutuhkan kepekaan trader (melihat momentum) dan analisa yang benar. 

Day trading memang ‘lebih menguras energi’, karena anda harus lebih sering memantau saham untuk mendapatkan profit jangka pendek, dibandingkan kalau anda melakukan swing trading atau trading jangka menengah. 

Oleh karena itu, anda harus mampu mengontrol aktivitas trading. Jangan sampai anda overtrading, yang pada akhirnya membuat anda tidak fokus memilih saham dan gambling. 

Jadi kembali lagi, strategi day trading tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Selain menganalisa, melihat momentum trading, anda harus bisa MENGONTROL PSIKOLOGIS dan KEBUTUHAN TRADING anda. 

Kalau anda sudah merasa profit tercukupi (idealnya day trading cukup dilakukan 1-2 kali transaksi maksimal dalam sehari), maka saran saya, anda harus berhenti trading di hari itu. Kalau anda merasa capek trading. Anda merasa pasar saham belum bagus untuk trading pendek, saran saya anda harus berhenti dari aktivitas trading, dan banyak wait and see. 

Mengingat strategi day trading banyak ‘disalahgunakan’ oleh trader untuk cepat kaya di saham, maka sebelum anda memutuskan untuk melakukan day trading, anda perlu memperhatikan hal-hal penting berikut: 
1. Hindari day trading apabila anda berpikir bahwa dengan day trading anda bisa mendapatkan kekayaan instan dari saham. Hal ini karena day trading butuh analisa dan manajemen modal yang baik, sama seperti strategi trading lainnya.

2. Hindari day trading apabila strategi day trading tidak sesuai dengan karakter anda. Artinya, kalau anda lebih cocok menjadi seorang swing trader, maka anda tidak perlu memaksakan untuk melakukan day trading hanya karena ikut-ikutan trader lain. 

3. Hindari day trading apabila anda ingin dapat untung di saham setiap hari, setiap saat. Faktanya, tidak setiap saat kondisi pasar saham bagus. Anda harus bisa melihat momentum trading yang bagus.

4. Hindari day trading jika anda ingin mendapatkan profit puluhan persen dari saham2 yang anda beli. Target ideal day trading adalah 1-3% secara konsisten. Untuk trader2 berpengalaman, anda pasti paham bahwa target 1-3% harian itu bukanlah target yang kecil. Anda harus memasang target yang realistis. 

Day trading adalah sebenarnya strategi yang bagus, terutama bisa anda manfaatkan untuk mendapatkan profit dari technical rebound saham, ketika IHSG dan mayoritas saham sedang drop. Tetapi bukan berarti anda bisa cepat kaya dari day trading, karena strategi dan analisa yang benar tetap merupakan kunci sukses utama dalam pemilihan saham. 

Strategi Trading Cepat: Trading Menitan & Harian

Banyak trader saham yang ingin mendapatkan profit jangka pendek, tanpa hold saham terlalu lama. Akhirnya, banyak trader saham yang memilih cara dan strategi TRADING CEPAT

Sesuai namanya, trading cepat berarti anda membeli dan menjual saham dalam rentang waktu yang sangat pendek. Tetapi di dalam praktikknya, trading cepat itu memiliki beberapa time frame, dan tentunya strategi pemilihan saham (stock pick) yang berbeda. 

Berdasarkan time framenya, trading cepat bisa dibagi menjadi trading menitan (SCALPING TRADING) dan trading harian (INTRADAY TRADING). Strategi keduanya pun juga berbeda.  

Dan strategi2 memilih saham untuk trading cepat sendiri sebenarnya sudah saya bahas secara lengkap praktik2nya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit – Scalping Trading dan Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Ini artinya, dalam praktikknya trading cepat bukan hanya sekedar trading pendek. Anda harus memahami strategi-strategi memilih saham, dan momentum yang harus diterapkan untuk setiap strategi trading. 

TRADING MENITAN / SCALPING TRADING 

Trading cepat dengan jangka waktu terpendek (tercepat) adalah scalping trading. Dalam scalping trading, anda membeli saham dan take profit hanya dalam rentang waktu beberapa menit 1 menit sampai 2 jam-an trading. Artinya, dalam scalping trading anda harus memilih saham2 yang: 

– Bisa naik turun secara cepat dalam waktu menitan
– Fluktuatif harga sahamnya sangat tinggi

Saham2 apa yang memenuhi kriteria untuk scalping trading? Jawabannya adalah SAHAM GORENGAN atau saham-saham lapis tiga. Yup, saham2 gorengan inilah yang punya potensi untuk naik dan turun dalam waktu cepat (waktu menitan), dan fluktuatif harganya sangat cepat serta likuiditas rendah. 

Kalau anda ingin trading menitan dengan memilih saham2 yang sangat likuid, maka strategi scalping anda kurang tepat dan kemungkinan besar anda akan sulit melakukan take profit menitan, karena saham2 yang likuid (saham LQ45 misalnya) naik-turunnya jelas tidak secepat saham2 gorengan. Bahkan tidak sedikit saham2 likuid yang hanya naik 1-2%-an saja sehari. 

Oleh karena itu, trading menitan adalah jenis trading yang risikonya cukup tinggi, karena di dalam scalping, trader harus prefer memantau dan memilih saham2 gorengan, di mana kita tahu sendiri saham gorengan likuiditasnya kurang baik dan banyak dimainkan bandar. 

Jadi di dalam trading menitan, anda harus memperhatikan analisa teknikal, bid-offer dan memasang target take profit secara disiplin. Pelajari juga strategi scalping trading untuk memilih saham yang layak disini: Cara Trading Cepat 15 Menit – Scalping Trading. 

KELEBIHAN SCALPING TRADING adalah saham2 gorengan tidak mengikuti arah pergerakan IHSG, sehingga ketika IHSG turun banyak, anda bisa memanfaatkan scalping trading untuk meraih profit di saham. 

Itulah mengapa ketika IHSG turun banyak, tetap saja ada saham2 yang naik sampai 20%. Itulah saham2 gorengan yang biasanya banyak dimanfaatkan untuk momentum scalping. 

KEKURANGAN SCALPING TRADING yang utama adalah risikonya tinggi. Oleh karena itu, lakukan scalping trading dengan modal sekecil mungkin (maksimal 10% modal anda), dan anda harus disiplin dalam menetapkan target. 

TRADING HARIAN (INTRADAY TRADING) 

Strategi trading cepat lainnya adalah trading harian, yaitu trading cepat yang jangka waktunya sedikit lebih panjang dari scalping trading. Jangka waktunya adalah beli jual saham di hari yang sama sampai tiga harian trading. 

Pelajari juga strategi intraday trading disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham dan Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore – Trading Harian. 

Intraday trading memiliki strategi yang berbeda dengan scalping, karena pada intraday, anda harus memilih saham2 yang punya fluktuatif bagus, tetapi dengan kenaikan harga saham yang cukup stabil (bukan memilih saham2 yang mudah naik puluhan persen). 

Perbedaan utama lainnya antara intraday & scalping trading adalah TARGET TAKE PROFIT. Take profit intraday trading hanya beberapa poin sampai 2% dari harga beli anda. Sedangkan target scalping bisa sampai diatas 4% dalam waktu menitan. 

Nah, karena targetnya beda (walaupun sama2 trading cepat), maka strategi memilih sahamnya juga berbeda. Jadi di dalam intraday trading, targetnya anda memilih: 

– Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus
– Saham-saham yang pergerakannya mudah dianalisa untuk trading harian
– Saham-saham yang mudah naik cepat untuk jangka waktu harian

– Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-tiga hari trading 

KELEBIHAN INTRADAY TRADING tentu saja anda bisa membeli saham2 yang punya pergerakan bagus, likuid, dan pergerakan harga sahamnya wajar, sehingga anda bisa mendapatkan profit cepat dan sekaligus mengurangi risiko dalam trading. 

KEKURANGAN INTRADAY TRADING adalah saham2 yang bagus untuk intraday trading rata-rata adalah saham2 yang mengikuti pergerakan IHSG. Jadi kalau IHSG lagi turun banyak, anda harus wait and see dulu. Hal ini berbeda dengan scalping, di mana saham2 yang dipilih mayoritas tidak mengikuti arah pergerakan IHSG.

Tapi perlu diingat juga bahwa strategi intraday trading ini bisa menjadi scalping trading. Maksudnya adalah, sangat mungkin anda membeli saham dengan tujuan intraday (beli pagi dan jual sore harinya nati). 

Namun ternyata saham anda bisa naik cepat hanya dalam waktu 30 menit, dan target anda sudah tercapai. Dalam hal inilah strategi intraday trading anda “berubah” menjadi scalping. 

SCALPING VS INTRADAY TRADING 

Di web Saham Gain, saya sudah mengulas strategi2 trading cepat. Dan trading cepat bisa dibedakan menjadi dua strategi: scalping dan intraday (untuk jangka waktu yang lebih panjang). 

Jadi untuk anda yang ingin trading cepat, anda harus memilih strategi yang tepat sesuai dengan karakter anda, supaya anda bisa meraih profit yang lebih maksimal. 

Kunci Sukses Trading Harian Saham

Strategi trading saham ada bermacan-macam. Dan salah satu strategi trading yang cukup banyak dipraktikkan trader untuk meraih keuntungan jangka pendek adalah trading harian saham alias INTRADAY TRADING. 

Namun di satu sisi, intraday trading seringkali “menjebak” mindset trader. Tidak sedikit trader yang ingin mencoba intraday trading dengan tujuan ingin cepat kaya dari saham. Mindset-mindset seperti pada akhirnya hanya akan mengarahkan trader pada tindakan gambling. 

Padahal kalau intraday trading dilakukan dengan cara yang benar, anda bisa mendapatkan profit yang maksimal, dan konsisten. Intraday trading sangat bagus untuk anda yang ingin menerapkan trading cepat, dan tidak ingin hold saham terlalu lama.

Saya juga sudah membahas praktik2 dan cara-cara memilih saham yang bagus untuk intraday, dan strategi2 yang sudah saya praktikkan sendiri disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Untuk anda para trader harian (intraday trading), anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar anda bisa mencetak profit yang lebih konsisten. Poin-poin ini seringkali dilewatkan oleh para trader saham: 

1. Memilih saham yang layak untuk trading harian 

Kalau anda swing trader, pilihlah saham yang bagus untuk swing trading. Kalau anda trader harian, pilihlah saham yang bagus untuk trading harian. Jang memilih saham yang volatilitasnya liar dan sulit dianalisa dengan analisis teknikal.

Pelajari juga: Cara Memilih Saham yang Bagus untuk Trading Harian. 

Dalam intraday trading, anda hendaknya memilih saham-saham yang mudah naik secara stabil dalam jangka pendek, saham2 yang likuid pergerakannya, saham2 yang punya pergerakan harga yang wajar dan volatilitasnya bagus. 

Ketika anda memilih saham2 yang punya pergerakan baik dan menganalisa, maka disitulah anda akan mendapatkan peluang profit yang lebih baik, ketimbang anda membeli saham2 yang berisiko tinggi untuk trading harian. 

Trading harian memiliki frekuensi trading dan memantau market yang lebih sering. Oleh karena itu, jangan membuat diri anda stres dengan membeli saham2 yang risikonya tinggi.

2. Mengelola modal 

Banyak trader harian yang ketagihan membeli saham ketika bisa mendapatkan profit dalam waktu singkat. Sehingga hal ini membuat trader jadi lupa untuk mengelola modal (manajemen modal) dengan benar. Karena ketagihan dapat profit harian, trader kerap kali membeli banyak saham di portofolio tanpa pertimbangan yang baik, akhirnya justru saham trader menjadi nyangkut. 

Jadi di dalam mengelola modal untuk trading harian, sebaiknya anda pertimbangkan hal-hal berikut: 

– Jangan menggunakan margin trading
– Beli 1-2 saham maksimal dalam sehari
– Utamakan membeli saham yang punya pergerakan bagus 
– Tetap sisakan cash balance (jangan semua modal dipakai trading harian)

3. Mengontrol emosi trading 

Tidak bisa dipungkiri bahwa dapat untung cepat di saham sangat menyenangkan untuk seorang trader. Namun walaupun demikian, anda harus tetap mengontrol emosi trading. 

Tanpa emosi trading, trading harian bisa menjadi gambling dan menimbulkan risiko yang sangat berbahaya untuk seorang trader. Dalam mengontrol emosi untuk trading harian, anda harus pertimbangkan hal-hal berikut: 

– Memasang target trading yang realistis 
– Jika sudah profit, pertimbangkan untuk mengurangi trading (istirahat)
– Jangan beli trading hanya karena anda ingin untung cepat
– Tetap menganalisa sebelum beli saham

Poin-poin diatas ini sering diabaikan oleh trader-trader harian. Maka dari itu, kalau anda merasa melewatkan poin2 penting ini, anda harus segera mengevaluasi trading anda. 

Sukses dalam trading harian sangat ditentukan dari kemampuan trader dalam mengontrol emosi, karena trading harian identik dengan ‘keakraban’ trader melihat fluktuatif harga jangka pendek. Tanpa kontrol emosi yang baik, profit anda tidak akan berjalan dengan maksimal. 

Jadi kunci sukses trading harian saham ditentukan oleh: Analisa saham yang benar, manajemen modal dan kemampuan anda mengontrol emosi trading. Anda yang ingin trading harian, selalu aplikasikan poin2 tersebut di dalam aktivitas trading anda. 

Strategi Day Trading Saham

One day trading atau biasa disebut day trading atau intraday trading sangat cocok diterapkan untuk anda yang punya tujuan mengincar profit dengan jangka waktu harian sampai dibawah satu minggu. 

Umumnya day trading diterapkan oleh trader yang ingin membeli saham dan menjual di hari yang sama sampai tiga harian trading. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore – Trading Cepat.

Di dalam menerapkan intraday trading / day trading, tentu saja anda tidak boleh gegabah. Karena dalam praktikknya, banyak trader yang memilih saham2 berisiko tinggi untuk day trading, tanpa mempertimbangkan faktor2 analisa lainnya, sehingga tidak sedikit trader yang rugi besar dari trading harian. 

Maka dari itu, di pos ini anda perlu menerapkan beberapa poin penting day trading. Berikut strategi day trading saham yang perlu anda praktikkan: 

1. Analisis utama trading harian: Analisis teknikal & tape reading 

Sebelum membeli saham untuk intraday, anda harus menggunakan analisis teknikal, dan kombinasi analisis tape reading. Tape reading adalah analisis bid offer untuk melihat kekuatan beli jual market dalam jangka waktu harian. 

Anda bisa pelajari praktik2 memilih saham bagus, analisis tape reading dan cara mencari saham-saham yang mudah naik dalam jangka harian disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Dengan analisis teknikal dan analisa tape reading, anda bisa melihat saham2 apa saja yang punya potensi naik dalam jangka waktu harian. Jadi, jangan beranggapan bahwa day trading itu hanya menggunakan feeling. Analisa dalam day trading harus menjadi poin utama sebelum anda membeli saham.

2. Pilih saham yang fluktuatifnya bagus

Memilih saham yang punya fluktuatif bagus akan membuat day trading anda lebih aman, dan mengurangi risiko, serta tetap menjaga psikologis trading. 

Ingatlah bahwa day trading berarti anda harus lebih sering memantau market dibandingkan swing atau positioning trader misalnya. Oleh karena itu, memilih saham yang fluktuatifnya bagus dan likuiditasnya wajar bisa meningkatkan kualitas keputusan trading yang anda buat.

Kalau selama ini anda sering mencari saham-saham yang pergerakan naik turunnya sangat cepat dan tidak wajar, karena anda ingin untung dalam sehari, dan justru anda banyak ruginya, maka anda harus merubah strategi pemilihan saham anda. 

Yup, dalam hal ini, mulailah untuk memilih saham yang punya pergerakan bagus dengan target profit yang wajar. Baca juga: Saham yang Bagus untuk Trading Harian.  

3. Tetapkan target profit yang realistis 

Mendapatkan profit dalam sehari-dua hari trading memang sangat menggiurkan. Inilah yang seringkali membuat para trader akhirnya memasang target2 yang tidak masuk akal (terlalu tinggi melebihi kemampuan analisanya) karena ingin cepat sukses di trading. 

Pada akhirnya, justru hal ini berakibat pada meningkatnya risiko trading yang dialami trader itu sendiri. Jadi, jangan pernah tergesa-gesa mengambil keputusan trading. 

Sekalipun konteksnya adalah day trading, anda harus menetapkan target profit yang realistis. Jangan memaksakan bisa dapat untung 20% tiap hari, karena ekspektasi tersebut tidaklah semudah praktik di pasar saham. 

Idealnya, berdasarkan pengalaman saya pribadi, target take profit day trading yang realistis adalah di kisaran 1-3% sehari / per trading. Inilah yang setidaknya harus anda incar terlebih dahulu. 

Boleh2 saja anda menetapkan target lebih tinggi, asalkan anda bisa menyesuaikan dengan kemampuan anda. Namun sebagai tahapan awal, anda harus menetapkan dahulu target yang paling realistis tersebut yaitu di kisaran 1-3% itu tadi. 

Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan pada anda tentang  strategi day trading saham. Jangan mengabaikan strategi2 tersebut dan terapkan di setiap aktivitas trading anda.