Belajar Saham: Cara Menghadapi IHSG

Pergerakan IHSG dan saham-saham di Bursa Efek cukup berfluktuatif. Ada saham-saham yang berpotensi memberikan profit besar. Ada saham2 yang risikonya rendah, ada saham2 yang risikonya tinggi. Kalau anda bisa memanfaatkan peluang dan momentum untuk trading, pasar saham bisa menjadi sarana untuk mendapatkan profit.

Sebagai trader saham, khususnya pemula yang baru mencoba dunia saham, anda pasti sering mendengar kalimat dan ajakan-ajakan bombastis: 

  • Ikutilah program kami cepat kaya dari saham dalam semalam
  • Software robot pencetak profit instan di saham
  • Hadirilah seminar cara meraup untung besar di saham hanya dalam 5 menit
  • Ikutilah grup premium saham pasti profit 

Dan masih banyak lainnya. Hal ini seolah-olah dengan trading saham, bisa membuat para trader saham bisa cepat kaya dalam sekejap tanpa harus berusaha. 

Memang trading / investai saham bisa menjadi ladang profit (seperti yang kita bahas di paragraf pertama), apabila anda MEMPELAJARI, MEMAHAMI dan MEMPRAKTIKKAN ILMUNYA. 

Di pasar saham, anda punya kesempatan untuk mendapatkan profit dan mengembangkan modal. 

Tetapi di pasar saham, kita tidak hanya menghadapi hal-hal yang baik saja. Kita juga menghadapi kondisi-kondisi di mana pasar saham bergerak ke arah bearish, saham-saham pada turun, sentimen negatif beredar di market, saham-saham tidak sesuai harapan. 

Pasar saham Indonesia sudah sering menghadapi kondisi-kondisi tersebut, entah karena kondisi ekonomi lesu hingga resesi.. Misalnya yang pernah terjadi tahun 1998, 2008, 2015, awal tahun 2020 (saat terjadi wabah virus Corona). 

Sebagai trader pemula, anda harus siap dengan hal-hal tersebut. Pasar saham bukan hanya berbicara tentang mendapatkan profit besar dalam waktu cepat. Namun anda juga harus mempersiapkan diri untuk hal-hal “terburuk” di pasar saham

Nah kalau anda sering mendengar kalimat-kalimat dan ajakan bombastis tentang saham, maka di tulisan ini, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk selalu berpikir realistis tentang pasar saham.

Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk trading dan menyiapkan hal-hal ‘terburuk’ di pasar saham?

Caranya, JANGAN TERLALU BANYAK BERHARAP. Jangan berharap setelah 1 minggu main saham, anda bakal langsung cepat kaya. Jangan berharap hanya dengan mengikuti sistem-sisten yang katanya “pasti profit”, anda bakalan langsung saya dalam semalam. 

Kalau anda terlalu banyak berharap dalam trading, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika anda dihadapkan pada suatu kondisi di mana pasar saham benar2 bearish, anda tidak akan siap… Anda kaget. 

Karena bawaan anda dari awal hanya dapat untung besar tanpa memikirkan risiko trading saham, sehingga anda terus beli saham tanpa mempertimbangkan risiko dan kondisi market saat itu, karena anda sangat yakin dengan trading saham bakalan bikin anda cepat kaya. 

Di dalam trading saham, selalu lakukan analisa, selalu perhatikan berita2 di pasar saham, dan seperti yang saya tuliskan tadi: Jangan terlalu banyak berharap. 

Lebih baik anda memulai trading dengan modal kecil dan “profit kecil” tetapi anda menganalisa sendiri, dan pada akhirnya anda paham dengan seluk beluk, market. Daripada anda gambling di pasar saham dan ujung2nya malah rugi besar. 

Pahami bahwa ada saatnya kondisi pasar saham sangat bersahabat. Ada saatnya juga pasar saham turun, entah karena koreksi normal atau market memang sedang jelek. 

Kalau anda tidak banyak berharap dan berpikir realistis dalam trading, anda bisa melihat hal-hal tersebut dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan di pasar saham.

Semoga tulisan di pos ini bisa membuka wawasan kita semua, terutama para trader pemula yang masih sering tersesat, yang memutuskan trading saham karena ingin dapat untung cepat dan dan mendengar iming-iming saham bisa membuat cepat kaya.

Untuk memulai kesuksesan dalam dunia saham termasuk bidang apapun, anda harus memulai dengan start yang benar. Salam profit.  

4 Momen yang Bagus untuk Beli Saham

Pada saat anda memutuskan untuk membeli saham, anda harus bisa melakukan kombinasi analisa teknikal dengan momen yang bagus. Di web Saham Gain ini, saya juga sudah beberapa kali menuliskan bahwa momentum dalam trading itu sangatlah diperlukan, supaya anda tidak mudah terjebak membeli saham di saat yang salah. 

Seperti apa momen yang bagus untuk membeli saham itu? Berdasarkan pengalaman trading yang saya jalankan, terdapat empat momen bagus yang bisa anda manfaatkan untuk membeli saham:  

1. Saat harga saham sedang diskon atau murah

Ketika anda menemukan banyak saham (terutama saham-saham pilihan anda) yang sedang diskon atau murah, maka itulah momen yang bagus untuk anda membeli saham. Jangan menyia-nyiakan momen ini. 

Konsep dasar trading yang harus anda pahami adalah: Beli saat mau naik dan jual saat mau turun. Ini artinya ketik harga saham sudah diskon, saham tersebut sesungguhnya sudah menunjukkan potensi akan naik. 

Ibarat ketika supermarket memberikan harga diskon di momen tertentu, supermarket tersebut pasti akan lebih ramai, dan orang akan membeli lebih banyak barang. Hal ini juga berlaku di pasar saham. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 
Contoh Saham ASII. Ketika turun, harganya akan naik lagi. 

Karena strategi ini terbukti sangat efektif untuk mendapatkan profit, saya menuliskan praktik-praktik tentang menemukan saham-saham yang diskon secara analisis teknikal, dan memiliki potensi naik. Anda bisa baca disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon. Praktik ini bisa anda terapkan untuk pemula sampai expert. 

Hal ini karena saham yang turun dan kelihatannya murah, bisa saja saham tersebut masih turun. Maka dari itu anda harus bisa membedakan saham2 yang murah secara teknikal dan tidak. Selain itu, anda harus bisa mencari saham2 murah yang tepat untuk ditradingkan. 

2. Saat saham breakout 

Pada saat harga saham sudah breakout dari tren turun (downtrend), maka itu adalah salah satu momen yang bagus untuk membeli saham. Kalau suatu saham breakout didukung kondisi IHSG yang bagus, maka saham tersebut biasanya akan mampu naik lebih lama. 

Selain itu, saham2 yang punya likuiditas bagus (banyak buyer dan sellernya), umumnya saham tersebut memiliki peluang naik lebih lama setelah breakout, walaupun di dalam tren breakoutnya, suatu saham pasti juga mengalami fluktuatif. Saya pernah menuliskan sedikit strategi membeli saham breakout disini: Strategi Trading Saham: Buy on Breakout. 

3. Saat IHSG sedang koreksi 

Pada saat IHSG sedang koreksi, umumnya mayoritas saham juga akan mengalami koreksi. Anda harus bisa memanfaatkan momen koreksi IHSG ini untuk membeli lebih banyak saham. Jadi kombinasi menemukan saham yang murah dan melihat momentum IHSG ini merupakan momen yang bagus untuk membeli saham. Baca juga: Makna Dari: “Be Fearful When Others Greedy dan Greedy When Others Are Fearful” – Part II

4. Saat IHSG sedang bagus 
IHSG sedang bagus yang saya maksud adalah ketika IHSG sedang bergerak stabil (tidak downtrend), atau IHSG sedang banyak sentimen2 positif, dan pasar saham lebih ramai dibandingkan biasanya. 

Contohnya? Salah satunya anda masih ingat ketika Tax Amnesty tahun 2016 lagi gencar dijalankan, saat itu pasar saham kita cenderung ramai, stabil dan banyak saham2 yang mulai naik. Momen seperti ini bagus untuk membeli dan menyimpan saham. 

Itulah empat momen yang bagus untuk trading. Artinya kalau anda menemukan momen2 seperti ini, plus anda sudah memiliki pilihan2 saham apa yang mau anda beli, jangan ragu untuk membeli saham. 

Sayangnya banyak trader yang terbalik menerapkan konsep trading ini. Banyak trader yang takut membeli saham saat momennya bagus, dan justru nekad beli saham saat saham2 sudah overvalue atau membeli saham saat market masih lesu. 

4 Momen yang Bagus untuk Beli Saham

Pada saat anda memutuskan untuk membeli saham, anda harus bisa melakukan kombinasi analisa teknikal dengan momen yang bagus. Di web Saham Gain ini, saya juga sudah beberapa kali menuliskan bahwa momentum dalam trading itu sangatlah diperlukan, supaya anda tidak mudah terjebak membeli saham di saat yang salah. 

Seperti apa momen yang bagus untuk membeli saham itu? Berdasarkan pengalaman trading yang saya jalankan, terdapat empat momen bagus yang bisa anda manfaatkan untuk membeli saham:  

1. Saat harga saham sedang diskon atau murah

Ketika anda menemukan banyak saham (terutama saham-saham pilihan anda) yang sedang diskon atau murah, maka itulah momen yang bagus untuk anda membeli saham. Jangan menyia-nyiakan momen ini. 

Konsep dasar trading yang harus anda pahami adalah: Beli saat mau naik dan jual saat mau turun. Ini artinya ketik harga saham sudah diskon, saham tersebut sesungguhnya sudah menunjukkan potensi akan naik. 

Ibarat ketika supermarket memberikan harga diskon di momen tertentu, supermarket tersebut pasti akan lebih ramai, dan orang akan membeli lebih banyak barang. Hal ini juga berlaku di pasar saham. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 
Contoh Saham ASII. Ketika turun, harganya akan naik lagi. 

Karena strategi ini terbukti sangat efektif untuk mendapatkan profit, saya menuliskan praktik-praktik tentang menemukan saham-saham yang diskon secara analisis teknikal, dan memiliki potensi naik. Anda bisa baca disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon. Praktik ini bisa anda terapkan untuk pemula sampai expert. 

Hal ini karena saham yang turun dan kelihatannya murah, bisa saja saham tersebut masih turun. Maka dari itu anda harus bisa membedakan saham2 yang murah secara teknikal dan tidak. Selain itu, anda harus bisa mencari saham2 murah yang tepat untuk ditradingkan. 

2. Saat saham breakout 

Pada saat harga saham sudah breakout dari tren turun (downtrend), maka itu adalah salah satu momen yang bagus untuk membeli saham. Kalau suatu saham breakout didukung kondisi IHSG yang bagus, maka saham tersebut biasanya akan mampu naik lebih lama. 

Selain itu, saham2 yang punya likuiditas bagus (banyak buyer dan sellernya), umumnya saham tersebut memiliki peluang naik lebih lama setelah breakout, walaupun di dalam tren breakoutnya, suatu saham pasti juga mengalami fluktuatif. Saya pernah menuliskan sedikit strategi membeli saham breakout disini: Strategi Trading Saham: Buy on Breakout. 

3. Saat IHSG sedang koreksi 

Pada saat IHSG sedang koreksi, umumnya mayoritas saham juga akan mengalami koreksi. Anda harus bisa memanfaatkan momen koreksi IHSG ini untuk membeli lebih banyak saham. Jadi kombinasi menemukan saham yang murah dan melihat momentum IHSG ini merupakan momen yang bagus untuk membeli saham. Baca juga: Makna Dari: “Be Fearful When Others Greedy dan Greedy When Others Are Fearful” – Part II

4. Saat IHSG sedang bagus 
IHSG sedang bagus yang saya maksud adalah ketika IHSG sedang bergerak stabil (tidak downtrend), atau IHSG sedang banyak sentimen2 positif, dan pasar saham lebih ramai dibandingkan biasanya. 

Contohnya? Salah satunya anda masih ingat ketika Tax Amnesty tahun 2016 lagi gencar dijalankan, saat itu pasar saham kita cenderung ramai, stabil dan banyak saham2 yang mulai naik. Momen seperti ini bagus untuk membeli dan menyimpan saham. 

Itulah empat momen yang bagus untuk trading. Artinya kalau anda menemukan momen2 seperti ini, plus anda sudah memiliki pilihan2 saham apa yang mau anda beli, jangan ragu untuk membeli saham. 

Sayangnya banyak trader yang terbalik menerapkan konsep trading ini. Banyak trader yang takut membeli saham saat momennya bagus, dan justru nekad beli saham saat saham2 sudah overvalue atau membeli saham saat market masih lesu. 

Belajar Trading Saham

Setelah rekening saham anda sudah aktif dan anda sudah deposit modal, kini anda sudah bisa memulai trading saham. Saat pertama kali trading dengan modal beneran, biasanya trader akan dihadapkan pada situasi bingung: Mau beli saham apa? Apa yang harus dilakukan? Kira-kira kalau beli saham ini untung atau nggak? 

Hal ini juga saya alami ketika saya pertama kali memulai trading saham. Namun seringkali kebingungan trader saham ini bisa menjadi kesalahan fatal yaitu memilih saham2 yang salah yang berujung pada kerugian besar seorang trader pemula. 

Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan membeli saham, anda harus pelajari ilmu-ilmu trading saham. Untuk anda yang baru memulai trading saham atau anda yang sudah pengalaman trading namun masih “buta arah” di pasar saham, maka anda harus menerapkan belajar trading saham yang benar. Berikut cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan: 

1. Belajar mekanisme perdagangan saham

Anda harus pahami dahulu mekanisme perdagangan saham terutama bid-offer saham supaya anda tidak salah menempatkan order harga beli dan jual. Pelajari juga jam perdagangan bursa, dan tampilan2 software online trading anda secara umum (yang anda pakai). 

2. Belajar dasar-dasar tentang saham 

Pelajari dasar-dasar saham seperti risiko di dalam trading, kode-kode saham, apa itu IHSG, apa saja yang mempengaruhi naik turunnya saham. Kalau anda punya basic, anda akan lebih mudah masuk ke praktiknya. 

3. Belajar analisa saham (analisis teknikal & analisis fundamental) 

Pelajari analisis saham yaitu analisis teknikal dan fundamental. Analisis saham ini sebagai dasar utama agar anda bisa memutuskan untuk membeli saham-saham yang bagus berdasarkan analisa yang benar, bukan berdasarkan gambling atau tebak-tebakan. 

Untuk materi-materi belajar trading saham yang lebih intens dan langsung masuk pada praktik, strategi dan cara-cara memilih saham untuk trading, full analisa teknikal, bisa anda dapatkan materinya berikut: 

1. Ebook Trading & Belajar Saham Pemula – Expert (427 halaman) 

Sedangkan untuk anda yang ingin masuk ke praktik trading saham lanjutan dengan cara mempelajari strategi2 trading saham yang lebih spesifik: Screening saham, cara swing trading, cara intraday trading (trading cepat harian), cara scalping trading, anda bisa pelajari strategi2nya disini: 

1. Ebook Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus 

2. Ebook Intraday & One Day Trading Saham

4. Pelajari analisa market dan IHSG 

Pelajari pergerakan IHSG, terutama berita-berita yang ada di pasar saham yang bisa mempengaruhi market, IHSG dan mayoritas saham. Banyak-banyaklah membaca berita-berita tentang pasar saham, dan ulasan-ulasan pasar saham. Ada banyak berita online seperti Investasi.kontan.co.id, CNBC, bisnis.com dan lain2 yang bisa anda pelajari. 

5. Memulai trading saham dengan modal kecil

Di dalam belajar trading saham, hendaknya anda selalu memulai dengan modal kecil. Mulailah dengan modal Rp1-3 juta, karena anda masih dalam tahap belajar sehingga anda perlu mengelola psikologis trading dengan. Salah satu caranya adalah menggunakan modal kecil, dan anda bisa menambah modal secara bertahap setelah anda mulai bisa mencetak profit dengan modal kecil. 

6. Pelajari analisa-analisa screening saham 

Selain analisa teknikal, pelajari cara melakukan screening saham. Di pasar saham, ada banyak sekali jumlah saham yang bisa anda tradingkan. Kalau anda pemula, kemungkinan besar anda akan bingung memilih saham apa yang sebaiknya dibeli. 

Itulah pentingnya anda melakukan screening saham, supaya anda tahu saham2 menguntungkan apa yang bisa anda prioritaskan untuk trading. Pelajari juga: Panduan Memilih (Screening) Saham Bagus. 

7. Belajar melalui demo / virtual trading 

Jika anda belum yakin membeli saham dengan modal beneran. Atau anda masih bingung dengan mekanisme perdagangan saham, anda bisa mulai belajar di virtual trading dulu. Pelajari juga: Cara Trading dengan Demo (Virtual) Trading Saham. Kalau anda sudah bisa virtual trading, barulah anda bisa mulai beli saham pakai duit beneran. 

8. Belajar dari banyak sumber

Pelajari trading saham dari banyak sumber, untuk menambah pengetahuan anda. Di web Saham Gain ini juga bisa anda manfaatkan untuk belajar saham dan memahami lebih dalam ilmu trading. 

Itulah cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan. Nah, di dalam trading saham, keputusan-keputusan atau alasan mengapa trader membeli saham biasanya dikarenakan: 


1. Analisa teknikalnya bagus untuk dibeli / menganalisa 
2. Saham tersebut lagi ramai di running trade
3. Ikut-ikutan trader lain atau ikut beli saham karena rekomendasi di grup 
4. Saham tersebut sedang naik di hari itu 
5. Saham tersebut sedang banyak dibicarakan
6. Saham tersebut terkenal produknya 
7. Beli saham setelah baca berita 
8. Rekomendasi broker / analis di media online 
9. Saham sedang turun, trader berharap akan rebound jangka pendek 
10. Beli saham karena banyak asing yang beli (akumulasi) 

Apakah anda juga pernah mengalami membeli saham karena alasan2 diatas? Di dalam trading saham, anda harus menggunakan analisa dan pertimbangan yang matang. Jika anda membeli saham karena alasan nomor 2-10 (selain yang saya bold), maka anda harus mengevaluasi kembali trading anda. 

Belilah saham karena anda sudah menganalisanya secara otodidak. Menjadikan rekomendasi saham atau saham2 yang sedang ramai untuk acuan trading itu sah-sah saja. Namun untuk mengambil keputusan trading terbaik, anda perlu menganalisa saham tersebut. 

Supaya anda bisa menganalisa, terapkan cara-cara belajar trading saham yang sudah kita bahas tadi. Pasar saham merupakan tempat yang sangat potensial untuk mendapatkan profit, salah anda memulai belajar trading dengan cara-cara yang benar & bertahap.

Belajar Trading Saham

Setelah rekening saham anda sudah aktif dan anda sudah deposit modal, kini anda sudah bisa memulai trading saham. Saat pertama kali trading dengan modal beneran, biasanya trader akan dihadapkan pada situasi bingung: Mau beli saham apa? Apa yang harus dilakukan? Kira-kira kalau beli saham ini untung atau nggak? 

Hal ini juga saya alami ketika saya pertama kali memulai trading saham. Namun seringkali kebingungan trader saham ini bisa menjadi kesalahan fatal yaitu memilih saham2 yang salah yang berujung pada kerugian besar seorang trader pemula. 

Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan membeli saham, anda harus pelajari ilmu-ilmu trading saham. Untuk anda yang baru memulai trading saham atau anda yang sudah pengalaman trading namun masih “buta arah” di pasar saham, maka anda harus menerapkan belajar trading saham yang benar. Berikut cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan: 

1. Belajar mekanisme perdagangan saham

Anda harus pahami dahulu mekanisme perdagangan saham terutama bid-offer saham supaya anda tidak salah menempatkan order harga beli dan jual. Pelajari juga jam perdagangan bursa, dan tampilan2 software online trading anda secara umum (yang anda pakai). 

2. Belajar dasar-dasar tentang saham 

Pelajari dasar-dasar saham seperti risiko di dalam trading, kode-kode saham, apa itu IHSG, apa saja yang mempengaruhi naik turunnya saham. Kalau anda punya basic, anda akan lebih mudah masuk ke praktiknya. 

3. Belajar analisa saham (analisis teknikal & analisis fundamental) 

Pelajari analisis saham yaitu analisis teknikal dan fundamental. Analisis saham ini sebagai dasar utama agar anda bisa memutuskan untuk membeli saham-saham yang bagus berdasarkan analisa yang benar, bukan berdasarkan gambling atau tebak-tebakan. 

Untuk materi-materi belajar trading saham yang lebih intens dan langsung masuk pada praktik, strategi dan cara-cara memilih saham untuk trading, full analisa teknikal, bisa anda dapatkan materinya berikut: 

1. Ebook Trading & Belajar Saham Pemula – Expert (427 halaman) 

Sedangkan untuk anda yang ingin masuk ke praktik trading saham lanjutan dengan cara mempelajari strategi2 trading saham yang lebih spesifik: Screening saham, cara swing trading, cara intraday trading (trading cepat harian), cara scalping trading, anda bisa pelajari strategi2nya disini: 

1. Ebook Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus 

2. Ebook Intraday & One Day Trading Saham

4. Pelajari analisa market dan IHSG 

Pelajari pergerakan IHSG, terutama berita-berita yang ada di pasar saham yang bisa mempengaruhi market, IHSG dan mayoritas saham. Banyak-banyaklah membaca berita-berita tentang pasar saham, dan ulasan-ulasan pasar saham. Ada banyak berita online seperti Investasi.kontan.co.id, CNBC, bisnis.com dan lain2 yang bisa anda pelajari. 

5. Memulai trading saham dengan modal kecil

Di dalam belajar trading saham, hendaknya anda selalu memulai dengan modal kecil. Mulailah dengan modal Rp1-3 juta, karena anda masih dalam tahap belajar sehingga anda perlu mengelola psikologis trading dengan. Salah satu caranya adalah menggunakan modal kecil, dan anda bisa menambah modal secara bertahap setelah anda mulai bisa mencetak profit dengan modal kecil. 

6. Pelajari analisa-analisa screening saham 

Selain analisa teknikal, pelajari cara melakukan screening saham. Di pasar saham, ada banyak sekali jumlah saham yang bisa anda tradingkan. Kalau anda pemula, kemungkinan besar anda akan bingung memilih saham apa yang sebaiknya dibeli. 

Itulah pentingnya anda melakukan screening saham, supaya anda tahu saham2 menguntungkan apa yang bisa anda prioritaskan untuk trading. Pelajari juga: Panduan Memilih (Screening) Saham Bagus. 

7. Belajar melalui demo / virtual trading 

Jika anda belum yakin membeli saham dengan modal beneran. Atau anda masih bingung dengan mekanisme perdagangan saham, anda bisa mulai belajar di virtual trading dulu. Pelajari juga: Cara Trading dengan Demo (Virtual) Trading Saham. Kalau anda sudah bisa virtual trading, barulah anda bisa mulai beli saham pakai duit beneran. 

8. Belajar dari banyak sumber

Pelajari trading saham dari banyak sumber, untuk menambah pengetahuan anda. Di web Saham Gain ini juga bisa anda manfaatkan untuk belajar saham dan memahami lebih dalam ilmu trading. 

Itulah cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan. Nah, di dalam trading saham, keputusan-keputusan atau alasan mengapa trader membeli saham biasanya dikarenakan: 


1. Analisa teknikalnya bagus untuk dibeli / menganalisa 
2. Saham tersebut lagi ramai di running trade
3. Ikut-ikutan trader lain atau ikut beli saham karena rekomendasi di grup 
4. Saham tersebut sedang naik di hari itu 
5. Saham tersebut sedang banyak dibicarakan
6. Saham tersebut terkenal produknya 
7. Beli saham setelah baca berita 
8. Rekomendasi broker / analis di media online 
9. Saham sedang turun, trader berharap akan rebound jangka pendek 
10. Beli saham karena banyak asing yang beli (akumulasi) 

Apakah anda juga pernah mengalami membeli saham karena alasan2 diatas? Di dalam trading saham, anda harus menggunakan analisa dan pertimbangan yang matang. Jika anda membeli saham karena alasan nomor 2-10 (selain yang saya bold), maka anda harus mengevaluasi kembali trading anda. 

Belilah saham karena anda sudah menganalisanya secara otodidak. Menjadikan rekomendasi saham atau saham2 yang sedang ramai untuk acuan trading itu sah-sah saja. Namun untuk mengambil keputusan trading terbaik, anda perlu menganalisa saham tersebut. 

Supaya anda bisa menganalisa, terapkan cara-cara belajar trading saham yang sudah kita bahas tadi. Pasar saham merupakan tempat yang sangat potensial untuk mendapatkan profit, salah anda memulai belajar trading dengan cara-cara yang benar & bertahap.

Website Belajar Saham Lengkap – Saham Gain

Jika anda sedang belajar saham (pemula), ataupun anda yang sudah punya pengalaman di dunia trading & investasi saham, namun anda masih sering mengalami kerugian dan anda menemukan web Saham Gain ini, anda sudah berada di tempat yang tepat. 

Web Saham Gain ini saya bentuk sebagai sarana belajar saham mulai level pemula, yaitu pengetahuan2 paling dasar tentang saham, sampai anda bisa menjadi trader expert (anda bisa mencari sendiri saham-saham bagus dan mendapatkan profit maksimal). 

Di Saham Gain, semua materi tentang: ANALISIS TEKNIKAL, ANALISIS FUNDAMENTAL, BANDARMOLOGI, ulasan-ulasan pasar saham, ulasan saham spesifik, kita bahas semua, sehingga apa yang anda butuhkan untuk mendapatkan profit di saham sudah anda dapatkan di website Saham Gain. 

BELAJAR TRADING SAHAM – ANALISIS TEKNIKAL 

Dan untuk anda yang ingin mempelajari secara intens dan masuk pada praktik & strategi mencari saham2 bagus untuk trading secara spesifik, di Saham Gain anda bisa mendapatkan praktik-praktik langsung memilih saham melaui ebook-ebook trading saham berikut: 



Ebook pertama membahas lengkap belajar saham mulai pemula, analisa teknikal full (mulai indikator, analisa tren, candlestick dan cara-cara mencari saham melalui analisa teknikal), psikologis trading, manajemen modal (bulan ini ada update ebook) dan panduan menyusun trading plan. 

Ebook kedua adalah lanjutan ebook pertama, yang membahas cara melakukan screening saham untuk menemukan saham-saham yang layak ditradingkan. Beserta tambahan strategi swing trading dan scalping trading (trading menitan). 

Ebook ketiga khusus membahas strategi2 trading cepat harian (intraday trading) dan trading dibawah satu minggu, yaitu dengan mencari saham-saham yang likuid yang mudah naik dalam jangka pendek. Kita menggunakan teknik beli saham pagi jual sore hari. 

Jadi untuk anda yang ingin bisa mempraktikkan trading saham secara spesifik anda bisa memiliki ebook-ebook saham tersebut sesuai dengan strategi yang ingin anda terapkan.

Kalau anda ingin mendalami analisa teknikal secara lengkap, anda bisa praktikkan strategi2 pada ebook pertama. Kalau anda ingin mendalami swing trading, anda bisa mempraktikkan strategi2 di ebook kedua (panduan memilih saham bagus). 

Sedangkan anda yang ingin mahir dalam trading harian, anda bisa mempraktikkan strategi2 di ebook ketiga.  

BELAJAR INVESTASI SAHAM 

Khusus untuk anda yang ingin belajar INVESTASI SAHAM, praktik analisis fundamental yang efektif untuk mencari saham-saham jangka panjang, anda bisa mendapatkan strategi investasi saham melalui ebook investasi saham disini: 


Di ebook analsis fundamental, anda akan mempelajari lengkap cara-cara memilih saham yang bagus untuk diinvestasikan jangka panjang, termasuk memilih saham2 yang tahan banting terhadap koreksi market, memilih saham2 growth stock, value stock, menghitung harga wajar saham, memaksimalkan profit dari investasi saham dan lain2. 

MATERI-MATERI BELAJAR SAHAM DI WEB SAHAM GAIN 

Jika anda ingin mempelajari juga materi-materi di web ini, saya sudah sering menuliskan banyak hal tentang edukasi saham, ulasan-ulasan market, bandarmologi, termasuk teori-teori tentang saham (berguna untuk orang yang masih awam) dan lain2. Dan semua tulisan-tulisan di web ini, saya ulas berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi dalam menjalankan trading dan investasi saham.  

Kalau anda ingin membaca dan mempelajari tulisan2 saya di web ini, anda bisa mencari tulisan2 saya melalui menu di samping kanan (sidebar) web ini di bagian yang agak bawah. Judulnya: “Panduan Belajar Saham”. Tampilannya seperti berikut: 

Website belajar saham
Anda juga bisa mencari tulisan-tulisan edukasi saham melalui daftar isi. Anda bisa lihat disini: Daftar Isi Saham Gain.  

Kalau anda ingin menyimak saham-saham apa saja yang potensial untuk ditradingkan, dan saham2 spesifik yang bagus dianalisa untuk jangka pendek, anda bisa masuk ke halaman: Rekomendasi Saham. Disitu saya memberikan saham2 yang bagus untuk dianalisa secara spesifik berdasarkan analisis teknikal.

Jadi sejak awal mendirikan web Saham Gain ini, saya memang memiliki tujuan agar website ini benar-benar bisa menjadi sarana belajar saham bagi semua level pebisnis saham. 

Tujuannya, baik anda trader maupun investor saham, anda bisa memahami dengan baik apa itu pasar saham termasuk praktik2 mencari saham yang menguntungkan bagi anda. 

Harapannya juga, melalui edukasi2 saham yang sering saya ulas melalui website, semakin banyak orang yang melek saham, bisa memilih saham dengan cara yang benar (tidak gambling)… 

Selain itu, saya juga berharap agar para trader dan investor saham di Indonesia bisa menganalisa serta memilih saham secara otodidak dan mandiri tanpa harus tergantung trader lain, opini2 orang lain, analis, broker. Dan di web ini, tulisan2 dan praktik trading saya arahkan supaya trader dan investor bisa mencapai level tersebut (expert). 

Untuk anda yang ingin belajar saham secara intens, dan mencari semua materi tentang trading dan investasi saham, anda bisa mempelajarinya di web Saham Gain.  

Website Belajar Saham Lengkap – Saham Gain

Jika anda sedang belajar saham (pemula), ataupun anda yang sudah punya pengalaman di dunia trading & investasi saham, namun anda masih sering mengalami kerugian dan anda menemukan web Saham Gain ini, anda sudah berada di tempat yang tepat. 

Web Saham Gain ini saya bentuk sebagai sarana belajar saham mulai level pemula, yaitu pengetahuan2 paling dasar tentang saham, sampai anda bisa menjadi trader expert (anda bisa mencari sendiri saham-saham bagus dan mendapatkan profit maksimal). 

Di Saham Gain, semua materi tentang: ANALISIS TEKNIKAL, ANALISIS FUNDAMENTAL, BANDARMOLOGI, ulasan-ulasan pasar saham, ulasan saham spesifik, kita bahas semua, sehingga apa yang anda butuhkan untuk mendapatkan profit di saham sudah anda dapatkan di website Saham Gain. 

BELAJAR TRADING SAHAM – ANALISIS TEKNIKAL 

Dan untuk anda yang ingin mempelajari secara intens dan masuk pada praktik & strategi mencari saham2 bagus untuk trading secara spesifik, di Saham Gain anda bisa mendapatkan praktik-praktik langsung memilih saham melaui ebook-ebook trading saham berikut: 



Ebook pertama membahas lengkap belajar saham mulai pemula, analisa teknikal full (mulai indikator, analisa tren, candlestick dan cara-cara mencari saham melalui analisa teknikal), psikologis trading, manajemen modal (bulan ini ada update ebook) dan panduan menyusun trading plan. 

Ebook kedua adalah lanjutan ebook pertama, yang membahas cara melakukan screening saham untuk menemukan saham-saham yang layak ditradingkan. Beserta tambahan strategi swing trading dan scalping trading (trading menitan). 

Ebook ketiga khusus membahas strategi2 trading cepat harian (intraday trading) dan trading dibawah satu minggu, yaitu dengan mencari saham-saham yang likuid yang mudah naik dalam jangka pendek. Kita menggunakan teknik beli saham pagi jual sore hari. 

Jadi untuk anda yang ingin bisa mempraktikkan trading saham secara spesifik anda bisa memiliki ebook-ebook saham tersebut sesuai dengan strategi yang ingin anda terapkan.

Kalau anda ingin mendalami analisa teknikal secara lengkap, anda bisa praktikkan strategi2 pada ebook pertama. Kalau anda ingin mendalami swing trading, anda bisa mempraktikkan strategi2 di ebook kedua (panduan memilih saham bagus). 

Sedangkan anda yang ingin mahir dalam trading harian, anda bisa mempraktikkan strategi2 di ebook ketiga.  

BELAJAR INVESTASI SAHAM 

Khusus untuk anda yang ingin belajar INVESTASI SAHAM, praktik analisis fundamental yang efektif untuk mencari saham-saham jangka panjang, anda bisa mendapatkan strategi investasi saham melalui ebook investasi saham disini: 


Di ebook analsis fundamental, anda akan mempelajari lengkap cara-cara memilih saham yang bagus untuk diinvestasikan jangka panjang, termasuk memilih saham2 yang tahan banting terhadap koreksi market, memilih saham2 growth stock, value stock, menghitung harga wajar saham, memaksimalkan profit dari investasi saham dan lain2. 

MATERI-MATERI BELAJAR SAHAM DI WEB SAHAM GAIN 

Jika anda ingin mempelajari juga materi-materi di web ini, saya sudah sering menuliskan banyak hal tentang edukasi saham, ulasan-ulasan market, bandarmologi, termasuk teori-teori tentang saham (berguna untuk orang yang masih awam) dan lain2. Dan semua tulisan-tulisan di web ini, saya ulas berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi dalam menjalankan trading dan investasi saham.  

Kalau anda ingin membaca dan mempelajari tulisan2 saya di web ini, anda bisa mencari tulisan2 saya melalui menu di samping kanan (sidebar) web ini di bagian yang agak bawah. Judulnya: “Panduan Belajar Saham”. Tampilannya seperti berikut: 

Website belajar saham
Anda juga bisa mencari tulisan-tulisan edukasi saham melalui daftar isi. Anda bisa lihat disini: Daftar Isi Saham Gain.  

Kalau anda ingin menyimak saham-saham apa saja yang potensial untuk ditradingkan, dan saham2 spesifik yang bagus dianalisa untuk jangka pendek, anda bisa masuk ke halaman: Rekomendasi Saham. Disitu saya memberikan saham2 yang bagus untuk dianalisa secara spesifik berdasarkan analisis teknikal.

Jadi sejak awal mendirikan web Saham Gain ini, saya memang memiliki tujuan agar website ini benar-benar bisa menjadi sarana belajar saham bagi semua level pebisnis saham. 

Tujuannya, baik anda trader maupun investor saham, anda bisa memahami dengan baik apa itu pasar saham termasuk praktik2 mencari saham yang menguntungkan bagi anda. 

Harapannya juga, melalui edukasi2 saham yang sering saya ulas melalui website, semakin banyak orang yang melek saham, bisa memilih saham dengan cara yang benar (tidak gambling)… 

Selain itu, saya juga berharap agar para trader dan investor saham di Indonesia bisa menganalisa serta memilih saham secara otodidak dan mandiri tanpa harus tergantung trader lain, opini2 orang lain, analis, broker. Dan di web ini, tulisan2 dan praktik trading saya arahkan supaya trader dan investor bisa mencapai level tersebut (expert). 

Untuk anda yang ingin belajar saham secara intens, dan mencari semua materi tentang trading dan investasi saham, anda bisa mempelajarinya di web Saham Gain.  

Saham-saham untuk Jangka Panjang

“Tidak selamanya pasar saham bullish”… Tidak selamanya pasar saham suram“. Kalimat inilah yang selalu saya ingat ketika menghadapi kondisi pasar saham yang bergejolak, atau sebaliknya, ketika saham-saham banyak yang overvalued… 

Ketika kita menghadapi pasar saham yang sedang bullish, ingatlah bahwa tidak selamanya pasar saham itu naik terus. Kalau saham-saham sudah overvalued (kemahalan), percayalah kita tinggal menunggu waktu saham2 turun lagi. 

Sebaliknya, pada saat pasar saham strong bearish dan lesu, ingatlah juga bahwa tidak selamanya pasar saham akan lesu terus. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita pasti menghadapi tahun-tahun, di mana pasar saham (IHSG) dan market luar negeri suram. 

Misalnya kita pernah mengalami crash market di tahun 1998 dan 2008. Pasar saham kita juga pernah lesu di tahun 2015 (selama kurang lebih 7 bulan). 

Atau di awal tahun 2020, di mana IHSG jatuh karena kasus virus Corona, isu world war III. Ditambah lagi kasus Jiwasraya yang pada akhirnya membuat transaksi di pasar saham menjadi sepi karena pelaku pasar menjadi takut masuk ke pasar saham Indonesia. 

Bahkan kondisi market bearish itu bisa terjadi selama kurun waktu yang agak lama misalnya 1 tahun lebih. Pasar saham kita sudah mengalami hal ini di awal tahun 2020, di mana market cenderung lesu dan lebih sepi transaksi sejak 1-2 tahun sebelumnya. 

Tapi perlukah kita menjadi pesimis ketika pasar saham terus menerus turun dan lesu? Saya rasa tidak perlu. 

Bukankah IHSG dalam jangka panjang selalu naik? Anda bisa bandingkan IHSG tahun 2003 vs 2013. Atau IHSG tahun 2009 vs 2019.. Atau lebih panjang lagi, bandingkan IHSG tahun 2003 vs 2020.. Yup, IHSG selalu bergerak uptrend dalam jangka yang panjang. 

Mengapa? Karena pola pikir manusia dan teknologi juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. 

Contoh sederhananya, kalau dulu anda dulu harus punya jam tangan untuk melihat jam. Anda harus punya kalkulator untuk menghitung. Anda harus punya kamera untuk foto, maka sekarang anda bisa melakukan semua aktivitas itu hanya melalui smartphone pribadi. 

Dulu kalau anda mau pesan makanan, anda harus cari tempat makan, anda harus cari nomor telepon tempat makanan tersebut. Sekarang? Tinggal pesan saja pakai Go Food atau Grab Food.. Beres kan? 

Masih banyak contoh lainnya tentang perkembangan teknologi… Hal ini secara kita sadari atau tidak, pasti akan berpengaruh juga ke pasar saham, karena perkembangan teknologi akan menumbuhkan sektor-sektor ekonomi yang lebih efisien. 

Walaupun pasti persaingan dunia usaha juga semakin tinggi, ada hambatan, tantangan. Tapi dengan pola pikir yang semakin maju, teknologi yang lebih canggih, tentu hal ini akan berdampak baik pada pasar saham kita. 

Jadi kalau pasar saham kita sedang tidak bergairah, transaksi sepi, tidak ada kekuatan untuk bullish, tiap saat sentimennya jelek-jelek terus…. Trust me, kita pasti akan melalui masa-masa itu. 

Pasti ada masa-masa di mana pasar saham Indonesia akan kembali on track alias bullish lagi, dan jika kita “rangkai” IHSG secara time frame yang panjang, hasilnya, IHSG tetap bullish meskipun di tengah2 trennya ada masa-masa suramnya juga. 

Karena kalau pasar saham sudah turun / lesu pasti akan dimanfaatkan oleh para trader dan investor untuk memborong kembali saham-saham yang bagus. Kedua, tidak selamanya sentimen negatif terus “menghantui” pasar saham. 

Perkembangan ekonomi, teknologi, kebijakan, pasti akan menghasilkan banyak sentimen positif yang membuat market kembali bergairah (contohnya seperti kebijakan tax amnesty 2016 yang membuat pasar saham bullish kencang selama 3 bulan). 

Pertanyaannya: Apa yang harus dilakukan sebagai trader dan investor saham? 

TRADER SAHAM 

Sebagai trader saham jangka pendek, tentu saja anda bisa tetap trading dengan memanfaatkan momentum, yaitu momentum-momentum: Technical rebound, saham-saham yang punya potensi naik cepat, saham-saham yang akan breakout. 

Trader saham juga perlu memperhatikan dan mempelajari kondisi market (IHSG). Kalau IHSG sedang turun-turunnya, anda harus melakukan manajemen trading. Jangan bernafsu membeli saham. Banyak lakukan wait and see dan belilah saham2 bagus secara bertahap.  

INVESTOR SAHAM 

Dan untuk investor saham, anda harus memilih saham-saham untuk jangka panjang. Artinya, pilihlah saham2 yang punya kinerja bagus, unggul di sektornya, rajin membagikan dividen. Pelajari juga: Cara-cara Memilih Saham Bagus untuk Investasi.

Saham BBCA – Saham yang naik dalam jangka panjang

Sebagai investor saham, anda harus berorientasi jangka panjang, dan jangan pesimis hanya karena IHSG sedang turun / bearish supaya anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam waktu yang panjang. 

Ingatlah kalimat seperti di paragraf awal: “Tidak selamanya pasar saham bullish”… Tidak selamanya pasar saham suram“. Ketika pasar saham sudah comeback, disitulah kesempatan anda untuk mendapatkan profit dari kenaikan saham2 yang sudah anda ‘curi start’ saat di harga bawah. 

Jadi, kalau nanti anda menemukan pasar saham yang sedang bearish / lesu, trader dan investor harus punya optimisme jangka panjang, bahwa dalam jangka panjang IHSG terus bergerak bullish, dan bearish yang kita alami pasti akan selalu ada, namun tidak selamanya terjadi. 

Dengan demikian, anda tidak perlu pesimis menghadapi market. Justru ketika kita bisa mengambil setiap sisi positifnya (pasar saham yang bearish pun banyak sisi positifnya: Dapat saham2 di harga murah, kesempatan mengambil saham saat technical rebound). 

Saham-saham untuk Jangka Panjang

“Tidak selamanya pasar saham bullish”… Tidak selamanya pasar saham suram“. Kalimat inilah yang selalu saya ingat ketika menghadapi kondisi pasar saham yang bergejolak, atau sebaliknya, ketika saham-saham banyak yang overvalued… 

Ketika kita menghadapi pasar saham yang sedang bullish, ingatlah bahwa tidak selamanya pasar saham itu naik terus. Kalau saham-saham sudah overvalued (kemahalan), percayalah kita tinggal menunggu waktu saham2 turun lagi. 

Sebaliknya, pada saat pasar saham strong bearish dan lesu, ingatlah juga bahwa tidak selamanya pasar saham akan lesu terus. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita pasti menghadapi tahun-tahun, di mana pasar saham (IHSG) dan market luar negeri suram. 

Misalnya kita pernah mengalami crash market di tahun 1998 dan 2008. Pasar saham kita juga pernah lesu di tahun 2015 (selama kurang lebih 7 bulan). 

Atau di awal tahun 2020, di mana IHSG jatuh karena kasus virus Corona, isu world war III. Ditambah lagi kasus Jiwasraya yang pada akhirnya membuat transaksi di pasar saham menjadi sepi karena pelaku pasar menjadi takut masuk ke pasar saham Indonesia. 

Bahkan kondisi market bearish itu bisa terjadi selama kurun waktu yang agak lama misalnya 1 tahun lebih. Pasar saham kita sudah mengalami hal ini di awal tahun 2020, di mana market cenderung lesu dan lebih sepi transaksi sejak 1-2 tahun sebelumnya. 

Tapi perlukah kita menjadi pesimis ketika pasar saham terus menerus turun dan lesu? Saya rasa tidak perlu. 

Bukankah IHSG dalam jangka panjang selalu naik? Anda bisa bandingkan IHSG tahun 2003 vs 2013. Atau IHSG tahun 2009 vs 2019.. Atau lebih panjang lagi, bandingkan IHSG tahun 2003 vs 2020.. Yup, IHSG selalu bergerak uptrend dalam jangka yang panjang. 

Mengapa? Karena pola pikir manusia dan teknologi juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. 

Contoh sederhananya, kalau dulu anda dulu harus punya jam tangan untuk melihat jam. Anda harus punya kalkulator untuk menghitung. Anda harus punya kamera untuk foto, maka sekarang anda bisa melakukan semua aktivitas itu hanya melalui smartphone pribadi. 

Dulu kalau anda mau pesan makanan, anda harus cari tempat makan, anda harus cari nomor telepon tempat makanan tersebut. Sekarang? Tinggal pesan saja pakai Go Food atau Grab Food.. Beres kan? 

Masih banyak contoh lainnya tentang perkembangan teknologi… Hal ini secara kita sadari atau tidak, pasti akan berpengaruh juga ke pasar saham, karena perkembangan teknologi akan menumbuhkan sektor-sektor ekonomi yang lebih efisien. 

Walaupun pasti persaingan dunia usaha juga semakin tinggi, ada hambatan, tantangan. Tapi dengan pola pikir yang semakin maju, teknologi yang lebih canggih, tentu hal ini akan berdampak baik pada pasar saham kita. 

Jadi kalau pasar saham kita sedang tidak bergairah, transaksi sepi, tidak ada kekuatan untuk bullish, tiap saat sentimennya jelek-jelek terus…. Trust me, kita pasti akan melalui masa-masa itu. 

Pasti ada masa-masa di mana pasar saham Indonesia akan kembali on track alias bullish lagi, dan jika kita “rangkai” IHSG secara time frame yang panjang, hasilnya, IHSG tetap bullish meskipun di tengah2 trennya ada masa-masa suramnya juga. 

Karena kalau pasar saham sudah turun / lesu pasti akan dimanfaatkan oleh para trader dan investor untuk memborong kembali saham-saham yang bagus. Kedua, tidak selamanya sentimen negatif terus “menghantui” pasar saham. 

Perkembangan ekonomi, teknologi, kebijakan, pasti akan menghasilkan banyak sentimen positif yang membuat market kembali bergairah (contohnya seperti kebijakan tax amnesty 2016 yang membuat pasar saham bullish kencang selama 3 bulan). 

Pertanyaannya: Apa yang harus dilakukan sebagai trader dan investor saham? 

TRADER SAHAM 

Sebagai trader saham jangka pendek, tentu saja anda bisa tetap trading dengan memanfaatkan momentum, yaitu momentum-momentum: Technical rebound, saham-saham yang punya potensi naik cepat, saham-saham yang akan breakout. 

Trader saham juga perlu memperhatikan dan mempelajari kondisi market (IHSG). Kalau IHSG sedang turun-turunnya, anda harus melakukan manajemen trading. Jangan bernafsu membeli saham. Banyak lakukan wait and see dan belilah saham2 bagus secara bertahap.  

INVESTOR SAHAM 

Dan untuk investor saham, anda harus memilih saham-saham untuk jangka panjang. Artinya, pilihlah saham2 yang punya kinerja bagus, unggul di sektornya, rajin membagikan dividen. Pelajari juga: Cara-cara Memilih Saham Bagus untuk Investasi.

Saham BBCA – Saham yang naik dalam jangka panjang

Sebagai investor saham, anda harus berorientasi jangka panjang, dan jangan pesimis hanya karena IHSG sedang turun / bearish supaya anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam waktu yang panjang. 

Ingatlah kalimat seperti di paragraf awal: “Tidak selamanya pasar saham bullish”… Tidak selamanya pasar saham suram“. Ketika pasar saham sudah comeback, disitulah kesempatan anda untuk mendapatkan profit dari kenaikan saham2 yang sudah anda ‘curi start’ saat di harga bawah. 

Jadi, kalau nanti anda menemukan pasar saham yang sedang bearish / lesu, trader dan investor harus punya optimisme jangka panjang, bahwa dalam jangka panjang IHSG terus bergerak bullish, dan bearish yang kita alami pasti akan selalu ada, namun tidak selamanya terjadi. 

Dengan demikian, anda tidak perlu pesimis menghadapi market. Justru ketika kita bisa mengambil setiap sisi positifnya (pasar saham yang bearish pun banyak sisi positifnya: Dapat saham2 di harga murah, kesempatan mengambil saham saat technical rebound).